10+ Contoh Pengalaman Pribadi Tentang Liburan dan Masa Kecil

PENGALAMAN PRIBADI – Liburan sekolah tentu menjadi moment yang ditunggu-tunggu bagi siswa. Kecuali libur akhir semester siswa juga berwisata dikala lebaran, tahun baru, dan hari besar lainnya.

Sudah banyak kegiatan yang direncanakan dikala tamasya seperti tamasya ke pantai, tamasya ke taman bermain, pergi ke rumah nenek, bermain game bersama sahabat, dan lainnya.

Pengalaman Liburan Singkat

cerpen liburan


Tugas Sekolah

Liburan buah hati sekolah umumnya dibarengi dengan tugas sekolah untuk menyebutkan pengalaman menyenangkan dikala tamasya.

Tetapi sekali-sekali kamu kesusahan dalam merangkai kata dikala membikin cerita pengalaman pribadi.

Supaya cerita pengalaman tamasya sekolahmu menarik, kamu dapat menghasilkan figur-figur cerita di bawah ini sebagai inspirasimu dalam menulis.

Cerita Pengalaman Liburan Sekolah Tak Terlupakan di Pantai

Pantai merupakan destinasi tamasya yang ramai dikala tamasya sekolah. Hampir seluruh siswa pernah ke pantai. Berikut figur karangan tentang pengalaman tamasya ke pantai.

Wisata ke Pantai Bajul Mati dikala Libur Sekolah

Sudah sejak seminggu lalu orangtuaku berencana untuk tamasya ke pantai, mengingat saya dan adik sedang tamasya sekolah, sekaligus sebagai hadiah sebab kemaren lusa adikku merayakan ulang tahun.

Jam masih menampakkan pukul 04.56 pagi, tetapi saya dan keluarga sudah bersiap pergi ke pantai Bajul Mati.

Kami berangkat sepagi ini sebab jarak dari rumah ke pantai sekitar 3 jam perjalanan. Untuk mengganjal perut kami, ibu sudah menyiapkan roti isi telur favoritku.

Perjalanan kami tempuh menerapkan kendaraan beroda empat. Dalam kendaraan beroda empat ada saya, adik perempuanku, ayah dan ibu.

Aku dan adik dilarang membawa handphone oleh ayah dan ibu supaya lebih menikmati perjalanan dan tamasya itu sendiri.

Untuk menghabiskan waktu saya bermain “tebak nama berdasarkan huruf” bersama adikku yang hanya terpaut 2 tahun dariku.

Langkah pertama dalam permainan ini kami menetapkan temanya dahulu, kali itu tema yang kami pilih merupakan hewan.

Berikutnya Kami minta bantuan ibu untuk menyebutkan huruf depan nama hewan yang akan kami tebak. Kalau ibu bilang huruf “M”

Maka saya dan adikku adu kencang dan adu banyak dalam menyebutkan nama hewan yang mempunyai awalan “M”, seperti simpanse, merak, merpati dan lainnya.

Setelah tema hewan kami mulai berganti tema menjadi nama buah, nama karakter komik, nama negara, dan lainnya.

Tak jarang ayah tiba-tiba ikut menjawab meski ia bukan peserta resmi permainan.

Tak ku sangka apabila permainan sesederhana ini rupanya semacam itu menyenangkan dan menghibur.

Tak terasa dua jam sudah berlalu. Kami mulai menjelang tempat perbukitan.

Aku dan adik mulai memperhatikan panorama dengan seksama.

Kami terpikat sebab memperhatikan hamparan sawah di bawah yang semacam itu cantik.

Sayangnya saya hanya dapat menikmati panorama tersebut sebentar saja, sebab setelah itu saya pusing dan mual dampak jalan yang berkelok-liku, naik dan turun.

Ibu memberikanku minyak kayu putih. Bebauannya benar-benar dapat mengurangi mual yang saya natural.

Akhirnya kami sekeluarga tiba di Pantai Bajul Mati. Pantai ini berlokasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kami langsung menuju ke gazebo kecil yang ada di beberapa lokasi pantai. Sambil menikmati angin laut, kami makan bersama dahulu.

Menu kami kala itu merupakan ayam goreng dan sosis. Memang masakan ibuku rasanya enak sekali.

Aku tidak dapat stop takjub memperhatikan menawannya pantai ini. Pantai Bajul Mati memang belum terlalu familiar.

Sehingga belum banyak pengunjung yang datang. Tetapi pantainya masih sungguh-sungguh bersih yang membikin kami sekeluarga nyaman.

Aku dan adikku tidak sabar untuk bermain, jadi kami langsung berlari ke arah tepi pantai.

Kami tidak mengindahkan perkataan ibu yang memerintah kami menerapkan sunblock secara khusus dahulu. Rasanya segar dikala air laut mengenai kaki kami.

Di tepi pantai saya menemukan ranting kayu yang panjang. Akhirnya saya ambil dan menyeretnya sepanjang perjalan.

Setelah berjalan beberapa dikala kami hingga di muara, merupakan tempat pertemuan air sungai dan air laut.

Kami stop dan memperhatikan ke belakang, kelihatan garis panjang di pasir hasil ranting kayu yang saya seret daritadi.

Entah mengapa saya dan adikku merasa garis tersebut sungguh-sungguh keren.

Berikutnya kami menetapkan untuk berenang dahulu di muara. Karena arusnya hening tidak seperti di laut.

Kami berenang sekitar 15 menitan, sebelum ayah dan ibu kami memanggil, memerintah kami ke tepi laut. Kami sekeluargapun bermain air.

Saat mengajak kami duduk bersila membelakangi laut. Setelah ombak datang kami terseret ke pantai.

Rasanya sungguh-sungguh mengasyikan, sebab kita tidak memperhatikan kapan ombak datang.

Sementara ibu hanya bermain air di tepi pantai dan memfoto kami via kameranya.

Setelah puas bermain air, ayah mengajak kami menulis di pasir. Saat yang kami buat dikala itu merupakan “Happy Family”. Tak memperhatikan hasil potretan ibu di kameranya, rupanya bagus juga.

Tak terasa sudah jam 12 siang, sang surya sudah sungguh-sungguh terik. Saat dan ibu mengajak kami untuk membersihkan diri.

Setelah bersih, kami shalat dhuhur berjamaah di mushola dekat tempat kami mandi. Acara dilanjutkan dengan menikmati bakso hangat di warung di pinggir pantai.

Rasanya enak sekali makan sambil memperhatikan keindahan pantai.

Setelah perjalanan pulang saya dan adik tertidur pulas. Setelah kami bangun, tahu-tahu kami sudah berada di rumah.

Sungguh menyenangkan tamasya kali ini. Aku tidak sabar ke pantai lagi bersama ayah, ibu dan adik. Aku bahkan kembali tertidur hingga pagi sebab masih kecapekan.

Baca Juga: Contoh Cerpen Singkat Persahabatan


Cerita Pengalaman Pribadi

pengalaman singkat


Tamasya Menyenangkan di Rumah Kakek dan Nenek

Beberapa besar dari kita pasti pernah mengisi tamasya dengan bermain ke rumah kakek dan nenek.

Tentu bertemu mereka menjadi kegembiraan tersendiri bagi kita dan juga mereka.

Sehingga momen seperti ini selalu dinanti dikala tamasya sekolah tiba.

Berikut model cerita pengalaman tamasya di rumah kakek dan nenek yang menyenangkan dan tidak terlupakan.

Hari Pertama Tamasya di Rumah Kakek dan Nenek di Desa

Saya berbahagia sekali karena semester ini nilai rapot saya baik-baik dan semester depan saya sudah naik kelas IX SMP.

Kesenangan saya bertambah karena selama seminggu ke depan saya bertamasya ke rumah kakek dan nenek di Wlingi.

Saya tiba di rumah mereka hari Pekan pagi sekitar pukul 09.00. Perjalanan dari rumah saya di Batu.

Ke rumah kakek dan nenek memerlukan waktu 2,5 jam perjalanan menggunakan bus besar.

Hingga rumah nenek saya kelaparan karena tidak sempat sarapan sebelum berangkat.

Nenek saya memang paling baik, beliau sudah selesai menyiapkan rendang ayam dikala saya baru ke rumahnya.

Melihat rendang ayam yaitu kuliner pamungkas dari nenek, tentu saya langsung kegirangan.

Ya, umumnya nenek hanya memasak rendang ayam dikala ada reuni keluarga besar dan momen lebaran.

Mungkin nenek memasak rendang ayam karena berbahagia dengan agenda saya menghabiskan libur disini.

mengingat kami memang sudah tidak bertemu hampir 8 bulan lamanya.

Saya memeluk kakek dan nenek dan menanyakan isu mereka. Alhamdulillah mereka semua sehat.

Kami malah makan bersama di lantai, karena memang kami biasanya tidak makan di meja makan.

Sambil makan saya bercerita pengalaman saya di sekolah. Mereka ikut serta berbahagia dikala tahu nilai rapot saya baik.

Tak terasa piring saya sudah bersih, saya malah tidak ragu untuk tambah.

Memang dikala makan rendang ayam buatan nenek tidak akan cukup sekiranya hanya makan satu porsi.

Sesudah menambah dua kali lagi alhasil saya kekenyangan.

Kakek dan nenek malah hanya ngakak melihat saya yang tidak dapat bergerak.

Saya memutuskan untuk bergerak menuju tempat favorit saya di rumah nenek, yaitu bale yang ada di teras rumah.

Sejak dulu, tidak banyak perubahan di desa tempat kakek dan nenek saya tinggal ini.

Di depan rumah nenek masih terdapat lapangan bola dan pohon beringin besar.

Di sekelilingnya masih banyak sawah, tidak tergerus jaman. Berbeda dengan wilayah di tempat saya tinggal yang sawahnya semakin habis untuk dibangung perumahan.

Panorama yang asri ditambah angin sepoi-sepoi yang bertiup menyebabkan saya mengantuk.

Entah sejak kapan saya sudah tertidur di bale.

Bertepatan dengan adzan Dhuhur saya dibangunkan oleh kakek. Beliau mengajak saya untuk sholat berjamaah di masjid dekat rumah.

Sepulang dari masjid, kakek membelikan saya es degan. Rasanya demikian itu segar. S

iang harinya saya hanya menonton televisi karena kakek dan nenek sedang tidur siang.

Selepas Ashar saya menuju sawah milik keluarga bersama kakek dan nenek yang lokasinya sekitar 400 meter dari rumah.

Saya demikian itu takjub melihat petak sawah kami yang sudah kuning, indah sekali.

Kakek bilang, kemungkinan lusa sawah kami sudah dapat dipanen.

Beliau berkomitmen akan mengajak saya melihat pemanenan padi di sawah.

Tentu saja saya menyetujui ajakan kakek, rasanya jadi tidak sabar menunggu besok lusa.

Telah terbayang bagaimana asyiknya aktivitas ini.

Pun saya sudah mengira-ngira berapa karung padi yang akan kami peroleh setelah panen.

Waktu tamasya memang terasa sangat kencang, tidak terasa hari sudah malam.

Kami berdiam di rumah karena di luar hujan deras.

Suasana jadi hangat dikala nenek menyiapkan STMJ yang yaitu minuman favorit kakek dan juga saya.

Sambil minum STMJ, nenek mulai membuka album foto yang tersimpan rapi di lemari.

Nampak foto-foto saya bersama kakek dan nenek. Saya tersenyum sendiri melihat diri saya di masa kecil, masih polos dan lucu.

Nenek dan kakek bergantian menceritakan kisah yang ada di foto, mereka tampak demikian itu bermotivasi.

Tak jarang mereka ngakak dikala bercerita perihal tingkah laku saya di masa kecil.

Bersuka rasanya melihat mereka demikian itu berbahagia dikala bercerita.

Melainkan ada rasa sedih juga karena kini kami jarang bertemu, mengingat rumah kami yang berbeda tempat.

Tiga jam berlalu, waktu sudah menampilkan pukul 23.00, kakek dan nenek menghentikan ceritanya dan menyuruh saya tidur.

Tamasya hari pertama sudah selesai, masih ada enam hari lagi saya berada disini. Semoga tamasya saya semakin menyenangkan tiap harinya.

Saya juga berkeinginan seminggu ini dapat lebih dekat dengan kakek dan nenek lagi.

Agar mereka juga merasakan kesenangan yang sama dengan saya.

Saya alhasil tertidur di kasur yang terletak di depan televisi.


Pengalaman Bermain Game di Rumah

cerita pengalaman pribadi

Tak sedikit dari kita yang menghabiskan wisata dengan bermain game saja di rumah.

Bisa jadi karena memang tidak ada agenda kemana-mana, wisata yang singkat atau karena memang kita benar-benar gamers sejati.

Bermain Game Bola Bersama Teman di Rumah

Segala murid kelas 1 dan 2 SMP 39 Madiun mendapat libur 3 hari karena murid kelas 3 sedang menjalani UAN.

Aku tidak mempunyai agenda pergi kemana-mana selama wisata, sehingga saya memilih bersantai di rumah saja.

Di rumah saya bermain video game bola favorit saya, PES 2016. Aku merasa gembira sekali karena dapat bermain game seharian penuh selama wisata.

Tentu kalau sedang masuk sekolah saya cuma boleh bermain di hari Minggu saja.

Menurut saya bermain game bola melawan A.I.

Memang menantang, namun rasanya lebih mengasyikan kalau bermain dengan sahabat.

Sehingga saya putuskan mengajak 2 tetangga saya yang juga merupakan sahabat sebaya untuk ke rumah.

Dua sahabat yang saya ajak merupakan, Tomi dan Warso.

Mereka seangkatan dengan saya sehingga kami sama-sama sedang libur, namun kami bertiga berasal dari sekolah yang berbeda.

Untuk urusan bermain game bola, kami termasuk sepadan. Kami pernah menumbangkan dan ditumbangkan satu sama lain.

Memang kami bertiga merupakan pemain PES terbaik di kampung. Tak jarang, si kecil-si kecil dari kampung lain juga mencoba berlomba dengan kami.

Bukan kebetulan kami terampil bermain game bola ini, karena kami memang semenjak SD sudah bermain, bagus di rental ataupun rumah kami.

Pertandingan pertama hari ini merupakan saya melawan Tomi. Aku memilih klub Bayern Muenchen meski Tomi menggunakan Real Madrid.

Pertandingan berjalan sangat mengasyikan, bagus saya ataupun Tomy sama-sama mempunyai banyak kesempatan.

Sayangnya sampai babak pertama usai tidak ada gol yang dapat kami ciptakan. Babak kedua juga masih berjalan sepadan.

Dikala babak kedua hampir habis, bek saya mengerjakan kesalahan umpan sehingga bola mendarat di kaki lawan, tepatnya di kaki Ronaldo.

Tomi tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, Ronaldo dengan pesat menerobos sampai kotak penalti.

Bek saya tidak kapabel mengejar Ronaldo. Akhirnya Tomi mempertimbangkan untuk mem-placing bola ke tiang dekat, kesudahannya gol.

Tomi berteriak kegirangan merayakan gol tersebut, meski saya menyesal karena tidak berhati-hati dalam memberi umpan.

Sampai peluit akhir berbunyi saya tidak kapabel menyamakan kedudukan. Di pertandingan pertama saya keok 1-0.

Permainan seketika dilanjutkan ke pertandingan kedua antara Tomi dan Warso. Sambil menunggu mereka bermain saya membaca manga sepak bola favorit saya, Giant Killing.

Dikala saya menunggu giliran bermain rasanya semacam itu lama, sangat berbeda dikala sedang bermain, waktu rasanya berjalan semacam itu pesat.

Setelah menunggu beberapa dikala, kesudahannya pertandingan kedua usai dengan nilai 3-1 untuk kemenangan Warso.

Padahal sebelumnya, pertandingan seketika berlanjut. Kali ini saya melawan Warso. Warso konsisten menggunakan tim andalannya, Barcelona. Aku saya mencoba tim lain merupakan Chelsea.

Di pertandingan ini saya cukup mujur karena Messi dan Neymar sedang dalam situasi mental yang kurang bagus(panah biru).

meski pemain saya dalam keaadan mental lebih bagus, pun Hazard dan Costa dalam situasi terbaiknya (panah merah).

Aku semacam itu mendominasi pertandingan, sehingga Warso lebih banyak bertahan. Setelah mengalami gempuran hampir separuh babak pertama, kesudahannya gawang Warso tembus juga.

Di babak kedua saya berhasil menambah 3 gol lagi, meski Warso membalas 1 gol. Sehingga nilai akhir menjadi 4-1 untuk kemenangan saya.

Pertandingan keempat seketika bergulir antara saya dan Tomi. Aku mempertimbangkan konsisten menggunakan Chelsea.

Karena tidak berharap kehilangan momentum, sementara Tomi menggunakan Manchester City. Sengit sekali pertandingan saya dengan Tomi, namun saya berhasil menang tipis dengan nilai 3-2.

Sampai petang kami terus bermain secara bergiliran dan usai sampai sebelum maghrib.

Untuk hari ini yang paling banyak meraih kemenangan merupakan saya dengan 8 kemenangan. Disusul Warso dengan 7 kemenangan dan terakhir Tomi dengan 6 kemenangan.

Kenapa saya dapat ingat?

Kecuali memang budaya kami bertiga untuk mencatat hasil pertandingan setiap kali kami bermain bersama.

Inilah serunya bermain game bola bersama sahabat, meski menang atau keok namun rasanya konsisten menyenangkan.

Tak itu selalu saja ada lawakan yang keluar dikala sedang bermain. Tak terhitung berapa kali tawa kami pecah seharian ini. Mengisi wisata dengan bermain game bersama sahabat memang menyenangkan.

Baca Juga: Contoh Cerita Cinta Romantis Bikin Baper

Pengalaman Masa Kecil di Sekolah

pengalaman pribadi

Imlek yakni tahun baru menurut penanggalan yang dipakai masyarakat Tionghoa.

Di Indonesia, Hari Imlek telah menjadi Hari Libur Nasional.Sedangkan hanya libur satu hari, tentu momen wisata seperti ini tetap menyenangkan para siswa.

Banyak festival-festival atau daerah yang kental akan nuansa Imlek yang bisa dibuat daerah tujuan liburanmu.

Mengamati Grebeg Sudiro Dikala Imlek

Libur Imlek tahun ini aku, ayah dan ibu akan pergi untuk memperhatikan Grebeg Sudiro.

Saya beratensi pergi kesana sesudah mendengar sahabat-sahabat bercerita perihal keseruan Grebeg Sudiro dikala Imlek.

Kami berangkat pagi sekali agar mendapatkan daerah terbaik untuk menonton kirab yang akan dilangsungkan.

Jarak lokasi tidak jauh hanya 15 menit berjalan kaki, kami sekeluarga telah tiba di Jl. Sudiroprajan, salah satu jalan yang akan dilewati oleh peserta Grebeg Sudiro.

Pagi itu kerumunan penonton telah banyak, tapi dengan lincah ayah meliuk-liuk di kerumunan penonton untuk mencari titik yang bagus.

Usaha ayah tidak sia-sia, beliau berhasil menemukan daerah kosong.

Ibu dan aku bertepuk tangan untuk memuji ayah, ayah membalasnya dengan tertawa.

Sedangkan Grebeg Sudiro ini telah berlangsung selama 7 tahun, tapi ini pertama kalinya aku berkesempatan datang segera ke lokasi acara.

Tentu aku telah tidak tabah untuk memperhatikan festival ini.

Dikala menoleh ke belakang aku kaget karena daerah telah penuh dengan orang.

Mereka antusias sekali menyambut adat istiadat yang diselenggarakan dikala libur hari Imlek ini.

Akhirnya kirab dimulai, nampak pasukan keraton Kasunanan Surakarta di barisan paling depan.

Tak jauh dibelakangnya ada atraksi naga yang dijalankan oleh member TNI Angkatan Darat.

Saya dan penonton lain bersorak dikala memperhatikan Kera Sakti melompat dengan lincahnya kesana kemari dengan tongkat sakti yang dibawanya.

Tentu Sun Go Kong tidak sendiri, ada Biksu Tong, Pat Kay dan Wu Jing.

Wah, mereka betul-betul total memainkan perannya, persis seperti di serial tv yang TV dan ayah tonton aku lalu.

Sesudah mereka sesudah, ada barisan penari jawa yang menghibur penonton.

Dilanjutkan dengan orang-orang berpakaian batik dan lewat khas Surakarta pakaian Lurik.

Inilah uniknya Grebeg Sudiro, terdapat perpaduan antara yakni Jawa dan Tionghoa.

Tak heran tidak jika Imlek festival ini setiap dibanjiri penonton.

Sedangkan telah berjalan telah dikala, dikala kirab masih panjang.

Ibu dan aku kaget kaget ayah berteriak. Ternyata beliau ternyata semacam itu dikala barisan Wushu dan Taichi melintasi jalan.

Mengamati ayah yang seperti itu, ibu lalu nyeletuk, “Dek, ayah kayak memperhatikan kecil ya?”. Saya hanya menjawab, “Iya bu.” sambil hanya tersenyum.

Pertunjukkan Barongsai menyusul kemudian. Tepuk tangan penonton ternyata riuh dikala memperhatikan Barongsai beraktrasi, tidak terkecuali aku sendiri.

Gerakan Barongsai ternyata luwes dan lincah, serta betul-betul menghibur.

Suasana penonton makin ramai kaget Gunungan yang diarak telah nampak. Ya, bisa dibilang ini bisa inti dari acaranya.

Isi Gunungan di Grebeg Sudiro betul-betul unik karena terdiri dari bakpao, karena keranjang, bakpia, dan karena-karena khas Tionghoa lain, beserta buah dan sayur.

Amat sangat tepat dikala Imlek seperti hari ini. Nantinya isi dari Gunungan itu akan diperebutkan oleh penonton yang hadir.

Tak berapa lama arakan telah telah di Klenteng Tien Kok Sie.

Penonton segera berdesak-desakan menuju gunungan untuk memperebutkan makanan yang ada.

Ayah segera aku dan ibu untuk tetap di daerah, kemudian beliau bergabung dengan kerumunan orang.

Tak sia-sia, ayah berhasil membawa tiga karena kue. Kami bertiga kemudian menyantapnya dengan lahap.

Sesudah itu kami berjalan-jalan sesudah melihatnya lampion serta ornamen-ornamen khas Imlek yang ternyata semacam itu.

Tak lupa kami berfoto bersama sebagai pengingat bahwa kami pernah menyaksikan segera Grebeg Sudiro ini. Sesudah sesudah makan di sekitar pasar, kami bertiga pulang ke rumah dengan kekenyangan.

Sungguh pengalaman libur Imlek yang betul-betul menyenangkan. Kecuali itu aku juga aku memperhatikan pawai lintas yakni ini berjalan ternyata semacam itu.

Saya tidak akan melupakan wisata kali ini. Semoga dikala wisata Imlek tahun depan aku bisa kembali memperhatikan Grebeg Sudiro atau memperhatikan bisa menjadi peserta kirabnya.

Contoh Pengalaman Berorganisasi yang Mengesankan

pengalaman

Satu detik yang lalu ialah masa lalu dan tidak akan pernah bisa kembali. Waktu ialah anugrah Tuhan yang seperti itu luar umum.

Tetapi tidak banyak orang yang bisa menghargai itu. Mungkin aku ialah salah satu dari sekian banyak orang yang belum bisa menghargai waktu.

Perkenalkan, nama aku Muhammad Lutfi Aji Arya Putra. Teman-teman umum memanggil aku Arya. Dikala SMP aku memiliki hobby bermain game online.

Tiap hari, aku habiskan detik demi detik itu di depan komputer.

Aktifitas tersebut membikin aku jarang banget bergaul dengan orang-orang. Pokoknya anti keluar rumah deh hehe.

Sampai pada suatu dikala, tepatnya tanggal 12 Mei 2012 aku kehilangan orang yang aku sayangi. Sosok yang seperti itu luar umum dalam hidup aku.

Benar sekali, ia ialah ayah aku. Mulai hari itu perubahan dalam diri aku berubah drastis.

Maksudnya berubah drastis disini, aku mulai belajar mengenal dunia luar. Mungkin udah seperti film Tarzan yang baru keluar hutan, tidak paham apa-apa hehe.

Waktu terus berjalan dan usia ini pun membawa aku di masa yang paling menyenangkan, masa SMA.

Di SMA aku memberanikan diri untuk belajar berorganisasi ialah mencontoh OSIS.

Bayangkan saja, kepanjangan OSIS pun aku tidak tahu. Dari hal kecil itu, aku patut lebih banyak belajar lagi.

Jangan hingga diri ini kehilangan masa muda yang seperti itu berarti, apalagi di masa SMA.

Dari hal yang betul-betul kecil tersebut, ternyata mampu membawa keringat ini untuk bisa menjadi Ketua OSIS.

Mungkin sekiranya diamati-lihat sepertinya aku tidak mungkin menjadi Ketua OSIS.

Melainkan itulah kenyataan yang aku rasakan, mengontrol tanggungjawab yang bisa dibilang tidak ringan. Pengalaman pribadi ini tidak akan aku lupakan.

Alasan Kenapa Aku Memilik OSIS

Belajar untuk berorganisasi, sebab berorganisasi ini betul-betul lah penting dikala kita berada di tengah-tengah masyarakat.

Percuma kita trampil, kaya, ganteng maupun cantik tetapi tidak trampil berbaur dengan masyarakat. Karena pada hakikatnya kita ialah makhluk sosial.

Melatih mental untuk berdialog di depan orang banyak. Berkomunikasi dengan orang ialah hal yang paling dasar untuk kita menjalankan timbale balik.

Melainkan tidak banyak orang yang memiliki ilmu dalam berkomunikasi ini. Tak heran, sekiranya banyak orang yang memastikan tali silaturahim cuma sebab perkataan.

Belajar untuk membagi waktu dan memprioritaskan sesuatu. Terbukti sekiranya anda menganggap sepele hal sekecil ini, akan berdampak untuk masa depan anda.

Membagi waktu ini betul-betul penting dan patut dilatih sedini mungkin. Karena orang berhasil senantiasa menghargai waktu.

Menghandle sebuah event-event besar. Terbukti menjadi panitia dalam sebuah acara itu tidak mudah.

Perlu persiapan, kerja keras, dan yang pasti kerjasama tim. Tak klimaksnya ialah pada dikala acara selesai dan berhasil. Permulaan rasanya bagaikan lulus ujian dengan nilai tertinggi hehe.

Melatih diri untuk menjadi seorang pemimpin. Ini ialah hal yang seperti itu penting untuk masa depan anda.

Entah sekiranya anda memimpin sebuah perusahaan, keluarga, dan minimal memimpin diri sendiri.

Awalnya lulus SMA, aku melanjutkan pendidikan di Mandiri Entrepreneur Centre Surabaya.

Melainkan aku tidak berharap untuk melanjutkan kesini. Melainkan sebab ini permintaan dari mamah, aku coba untuk menuruti keinginan beliau.

Mandiri Entrepreneur Centre ialah salah satu program dari Yayasan Yatim Mandiri.

Dimana salah satu syarat untuk menjadi mahasiswanya ialah patut Yatim.

Karena mulai dari tarif makan, operasional, dan sebagainya di tanggung oleh Yayasan Yatim Mandiri alias tidak dipungut bayaran hehe.

Belajar disini membikin mindset berdaya upaya aku berkembang seperti itu luas, yang tadinya memiliki cita-cita untuk menjadi seorang Direktur di PT.

Pertamina Balikpapan kini sudah berubah berharap menjadi seorang pengusaha.

Mandiri Enterpreneur Centre betul-betul mewarnai pengalaman pribadi aku. Terbukti mencari uang itu tidak semudah apa yang dipikirkan.

Alasan Kenapa Aku Memilih Menjadi Pengusaha

9 dari 10 pintu rezeki ialah perniagaan atau perdagangan. Rasulullah SAW pun ialah seorang pengusaha yang luar umum.

Karena figur tauladan terbaik ialah pada diri Rasulullah SAW.

Karena menjadikan lapangan profesi sendiri. Karena manusia yang paling bagus ialah manusia yang bisa bermanfaat untuk orang lain.

Artinya bukan perekomonian kita saja yang meningkat, akan tetapi kita bisa membantu perekonomian orang lain.

Waktu berprofesi ditentukan oleh diri sendiri. Sehingga bisa melowongkan waktu untuk keluarga, teman, dan yang terutamanya untuk beribadah.

Karena banyak karyawan yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan melupakan hal yang paling penting di dunia ini, ialah beribadah kepada Allah SWT.

Apabila penghasilan yang di bisa. Dengan menjadi pengusaha kita bebas memastikan nominal yang berharap kita peroleh.

Apabila kita berprofesi keras karenanya penghasilan yang kita bisa akan besar. Tak sebaliknya sekiranya kita malas.

Karenanya hasil yang di bisa akan lebih sedikit. Bedanya dengan karyawan sekeras apa saja anda berprofesi, gaji anda akan tetep sama.

Mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Apabila Negara ini 10% masyarakatnya ialah pengusaha.

Karenanya tidak aka nada orang miskin di Negara ini. Problemnya ialah, masyarakat kita lebih suka berada di area nyaman.

Maksudnya, berprofesi duduk manis dan dibayar tiap-tiap bulan. heran sekiranya banyak pemimpin perusahaan di Indonesia ialah mayoritas orang asing.

Dikala kita menghadapi suatu dilema, jangan menghindar. Selesaikanlah dilema tersebut, sebab dari dilema kita belajar.

Tak pengalaman ialah guru terbaik di dunia ini. Semoga pengalaman pribadi aku ini bisa bermanfaat untuk anda segala.

Baca Juga: Contoh Cerita Motivasi Hidup

Demikianlah Contoh pengalaman pribadi tentang liburan, masa kecil di sekolah, pengalaman singkat berlibur ke suatu tempat, semoga bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya, sekian terima kasih.

Tinggalkan komentar