Contoh Kliping Bencana Alam, Olahraga, Seni Budaya Beserta Cara Membuatnya

CONTOH KLIPING – Siapa diantara kalian yang sudah pernah membuat kliping? Seingat saya terakhir kali saya membuat kliping yaitu ketika masih SMP. Biasanya susunan pembukaan kliping tidak jauh beda dengan susunan kliping yang dibuat mahasiswa dan pelajar.

Namun untuk membuat kliping bisa juga dibuat oleh ibu rumah tangga sekalipun. Untuk apa ibu rumah tangga membuat kliping? Banyak diantara mereka yang hanya membuat kliping guna untuk mengumpulkan berbagai macam resep makanan yang mereka sukai.

Nah kalau punya istri yang pandai masak pasti seneng banget yah.. hehe.. pinter masak rajin, patuh sama suami. Media referensi dalam membuat kliping bisa dengan menggunakan media cetak, seperti majalah atau koran.

Pada artikel kali ini kita akan membahas lebih dalam lagi apa pengertian kliping, lalu seperti apa cara membuat kliping yang baik dan benar. Pembahasan nantinya juga akan disertai beberapa contoh kliping, agar nantinya para pembaca tidak pusing hanya melihat teori saja.

Pengertian Kliping

Pengertian Kliping
Pengertian Kliping

Kliping adalah suatu kegiatan ataupun aktivitas menggunting bagian-bagian yang sepertinya penting untuk diingat dan dipelajari oleh seseorang. Bagian-bagian yang digunting itu bisa berupa bagian dari buku, novel, majalah, koran harian, dan masih banyak lagi. Setelah bagian-bagian tersebut di gunting, berikutnya akan disediakan buku khusus untuk menempelkannya tersebut, dan buku tersebutlah yang dinamakan kliping.

Tujuan kliping adalah yaitu berfungsi untuk mengumpulkan sebuah informasi-informasi penting yang tak boleh terlewatkan dengan tema tertentu yang bersumber dari buku-buku, koran, majalah lainnya dengan tujuan sebuah kepentingan.

Potongan-potongan informasi atau artikel tersebut yang selesai digunting dan ditempelkan pada sebuah kliping harus dikelompokkan sesuai tema-temanya. Contohnya, jika kita ingin membuat kliping teknologi, maka gambar serta artikel yang dibutuhkan haruslah sesuai dengan tema-tema teknologi seperti robot, mesin-mesin, alat-alat elektronik, dan masih banyak lagi.

Cara Membuat Kliping

Cara Membuat Kliping
Cara Membuat Kliping

Setelah mengetahui seperti apa kliping tersebut. Berikutnya kita akan membahas bagaimana cara membuat kliping yang benar. Meskipun terlihat mudah dari keterangan yang sudah dijelaskan diatas tadi, tetap saja dalam menentukan pembuatan kliping yang baik perlu diperhatikan beberapa hal terkait pembuatan kliping.

Bahan-bahan pembuatan kliping yang biasa digunakan berupa dari media-media cetak seperti poster, koran, majalah-majalah dan media cetak lainnya.

Namun semakin berkembangnya teknologi dan zaman, kebanyakan orang lebih memilih untuk mengambil bahan-bahan klipingnya dari internet. Dan kebanyakan kliping yang dibuat oleh sekoloh maupun perguruan tinggi juga mengambil sumbernya dari internet, sebab lebih mudah, jelas, pasti dan terpercaya.

Banyak manfaat kliping yang bisa kita dapatkan, contohnya saja seorang guru memberikan PR kepada siswanya, hal ini akan berguna untuk metaih skill kreatifitas siswa tersebut. Mulai dari bagaimana cara membuat kliping yang benar, bersumber dari mana saja kliping yang dibuatnya. Disana siswa tersebut akan berpikir lebih kreatif untuk menentukan kliping yang akan dia buat.

Nah sudah tahu kan seperti apa kliping yang benar dan bagaimana cara membuat kliping secara garis besar? Berikutnya kita akan mempelajari cara membuat kliping yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan EYD. Beberapa langkah yang perlu kamu lakukan mulai dari awal hingga akhir akan diterangkan secara lengkap dibawah ini.

Menentukan Tema Kliping

Sebelum membuat kliping, perlu kamu ketahui hal yang paling utama sekali yang harus kamu lakukan yaitu adalah menyusun dan menentukan tema kliping seperti apa yang nantinya ingin kamu buat. Contohnya kamu mengambil tema kliping dengan pengelompokan bidang-bidangnya seperto teknologi, pengetahuan alam, kesehatan, dan lain-lainnya.

Jika kamu sudah dapat ide untuk membuat tema kliping nya, selanjutnya yang kamu butuhkan adalah mencari sumber-sumber gambar dan informasi yang tepat yang sesuai dengan tema kliping yang akan kamu buat tersebut. Jika terkai tentang kliping olahraga, maka gambar dan informasi yang ada haruslah sesuai dengan olah raga, seperti sepak bola, bulu tangkis, pemain-pemain bola internasional, dan sebagainya.

Pengumpulan Bahan dan Data Kliping

Ketika mengumpulkan informasi dan data untuk kliping yang kamu buat, mulai lah mencari dari sumber-sumber media cetak yang sering kamu lihat. Contohnya seperti koran, poster, majalah-majalah harian, atau yang lainnya berupa informasi dan gambar yang sesuai dengan kliping mu.

Jika kamu mencari sumbernya dari internet untuk membuat kliping tersebut, baiknya di print dan dicetak terlebih dahulu supaya kliping tersebut terlihat bagus dan menarik.

Baca juga: Contoh Resensi Buku

Untuk mengumpulkan data dan bahan-bahan pembuatan kliping, disarankan mencarinya di media cetak yang sudah lama seperti tahun-tahun lalu, hingga tahun yang terbaru guna untuk mengurutkannya sesuai waktu dan tanggal. Jiika pada media cetak kamu tidak menemukan data dan informasi yang sesuai dengan tema kliping kamu. Cara terbaik yaitu adalah dengan mencari sumber dari internet.

Persiapkan Alat-Alat Kliping

Setelah data dan informasi dikumpulkan, tahap selanjutnya yaitu adalah mempersiapkan peralatan untuk membuat klipingnya seperti penggaris, pensil, pena gunting, dan jangan lupa lem yang berfungsi untuk menempelkannya dengan erat.

Jika kamu hendak menghiasi kliping kamu supaya terlihat lebih indah dan menarik, kamu bisa menggunakan berbagai macam hiasan seperti krayon, pensil warna untuk terlihat lebih cantik dan berwarna-warni.

Sebelum neggunting bahan klipingnya, terlebih dahulu sediakanlah kertas HVS atau bisa juga kertas double folio untuk tempat kliping yang akan dibuat. Kamu juga dapat memakai buku gambar atau buku tulis untuk tempatnya.

Gunting Bahan-Bahan Kliping

Setelah alat-alat dan bahan untuk membuat kliping terkumpul, tahap selanjutnya yaitu mulailah menggunting gambar, informasi dari artikel media cetak yang kamu kumpulkan tersebut, dan setelah itu gunakan lem untuk menempelkan bagian potongan tersebut pada kertas karton, HVS, atau buku tulis. Untuk mengguntinya kamu juga bisa membuat pola-polanya seperti berbentuk persegi panjang, kotak, segitiga, agar terlihat lebih indah dan memiliki farian.

Tempelkan Bahan-bahan Kliping

Pada tahap kali ini, mulailah menyusun artikel atau gambar dengan baik dan sistematis. Dimulai dari menyusun tanggal hingga tahun terbitnya artikel potongan tersebut. Dan jangan lupa buat dengan rapi dan tulisan yang bagus. tempelkan sumber artikel yang sudah kamu kumpulkan tersebut. Seperti koran, buku, atau majalah. Contohnya jika kamu mengambil potongan gambarnya dari majalah bobo, maka kamu cantumkan di keterangan sumbernya dari majalah bobo.

Membuat Cover Kliping

Setelah semua potongan bagian tersebut ditempelkan dengan rapi, Berikutnya yaitu pembuatan cover untuk klipingnya. Hal ini berguna untuk supaya para pembaca melihat kliping tersebut dengan penasaran akhirnya tertarik untuk membaca isi dari kliping tersebut.

Membuat Daftar Isi

Tiap lembaran kertas HVS sisakanlah satu atau dia lembar pada bagian halaman depan yang nantinya kan dibuatkan daftar isi, setelah itu buat nomor halaman pada bagian bawah kertas HVS supaya para pembacanya lebih mudah untuk mencari halaman yang ada pada daftar isi.

Mudah bukan proses pembuatan kliping nya? Jika kamu masih bingung jangan diteruskan, mulailah melakukan prosesnya dan disana kamu akan dapat mempelajarinya. Kamu hanya tinggak mengaktifkan tombol kreasi pada dirimu agar dapat menentukan ide yang tepat untuk membuat kliping yang baik.

Sistematika Penyusunan Kliping yang Benar

Sistematika Penyusunan Kliping yang Benar
Sistematika Penyusunan Kliping yang Benar

Sama seperti tugas lainnya, pembuatan atau penyusunan kliping juga mempunyai sistematika atau struktur penyusunan yang baik dan benar. Sistematika penyusunan ini bukanlah suatu yang baku, tetapi alangkah baiknya mengikuti sistematika ini agar tugas kliping Anda rapi. Berikut ini sistematika atau struktrur penyusunan kliping.

Cover Kliping

Sistematika yang pertama dalam menyusun kliping adalah membuat cover. Cover kliping merupakan suatu hal yang bisa memberikan daya tarik bagi pembacanya. Anda juga bisa meletakkan tema atau judul kliping di cover, sehingga pembaca langsung faham topik apa saja yang dibahas dalam kliping tersebut. Selain itu, pencantuman nama penyusun juga bisa diletakkan di cover tersebut.

Kata Pengantar Kliping

Sistematika yang kedua dalam menyusun kliping adalah membuat kata pengantar. Pada dasarnya, pembuatan kata pengantar dalam kliping bukan suatu keharusan. Namun, tidak ada salahnya jika Anda membuat kata pengantar dalam tugas penyusunan kliping, agar karya kliping Anda terlihat lebih lengkap.

Penyusunan kata pengantar dalam kliping juga sebaiknya dibuat dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah pembuatan kata pengantar dalah karya ilmiah lainnya.

Baca juga: Contoh Perjanjian Internasional

Daftar Isi Kliping

Sistematika yang ketiga dalam menyusun kliping adalah membuat daftar isi. Seperti karya tulis ilmiah lainnya, kliping juga membutuhkan daftar isi agar para pembaca lebih mudah mengetahui letak dan pembahasan apa saja yang ada dalam kliping tersebut. Selain itu, daftar isi juga bisa menunjukkan bahwa kliping Anda disusun dengan baik dan rapi.

Pembahasan Kliping

Sistematika yang keempat dalam penyusunan kliping adalah pembahasan kliping. Bagian ini merupakan jantung dari sebuah kliping, bahkan karya tulis ilmiah lainnya. Karena yang dibutuhkan pembaca pada dasarnya adalah informasi yang ada pada pembahasan kliping.

Ibaratnya cover dan lainnya adalah daya tarik kliping tersebut, sedangkan pembahasan adalah pokok dalam kliping yang dibutuhkan pembaca. Oleh karena itu, judul yang terdapat dalam cover harus selaras dengan isi yang ada dalam pembahasan kliping.

Misalnya saja Anda membuat kliping dengan judul “Ragam Seni Budaya di Indonesia”, berarti Anda harus membahas berbagai seni budaya yang ada di Indonesia dan bukan pembahasan lainnya.

Kesimpulan dan Saran

Sistematika yang kelima dalam pembuatan kliping adalah kesimpulan dan saran. Kesimpulan dan saran ini juga sangat penting dicantumkan di dalam kliping tersebut, agar pembaca langsung mengetahui kesimpulan dan saran apa saja dari keseluruhan kliping yang sudah dijelaskan dalam bagian keempat yaitu bagian pembahasan.

Hal ini juga dapat meminimalisir pembaca mengambil kesimpulan sendiri setelah membaca isi pembahasan dari kliping tersebut. Karena pembaca sudah membaca kesimpulan yang Anda buat.

Daftar Pustaka

Sistematika yang terakhir dalam pembuatan kliping adalah daftar pustaka. Daftar pustaka adalah sumber-sumber yang dijadikan rujukan dalam penyusunan kliping. Hal ini penting dalam pembuatan karya tulis ilmiah, termasuk kliping.

Sistematika dalam menyusun kliping yang sistematis seperti penjelasan di atas dapat membantu dan mempermudah Anda dalam menyusun kliping agar kliping Anda baik dan benar.

Selain itu, informasi yang hendak Anda sampaikan dalam bentuk karya kliping dapat tersampaikan dan dipahami dengan baik oleh pembaca. Untuk menjadikan kliping Anda menarik, Anda bisa menambahkan hiasan yang menarik agar pembaca betah dan tidak mudah bosan dalam membaca dan memahami isi kliping Anda.

Contoh Kliping Seni Budaya

Contoh Kliping Seni Budaya
Contoh Kliping Seni Budaya

Sebagian daerah di Indonesia mulai memanfaatkan kebudayaan daerah sebagai daya tarik wisata utama. Salah satu kebudayaan daerah adalah Sumatera Utara dengan tarian Sigale-gale di seluruh dunia. Sigale-gale adalah kebudayaan lokal Samosir yang masih ada hingga sekarang.

Tarian Sigale-gale ini merupakan sebuah tarian yang dibawakan oleh boneka berbentuk manusia. Boneka ini dirias dengan memakai pakaian adat Samosir guna menambah daya tariknya. Boneka digerakkan oleh manusia dengan diiringi musik tradisional masyarakat Samosir. Sehingga, budaya ini menjadi salah satu daya tarik pariwisata di Samosir.

Menurut sejarah, budaya tarian Sigale-gale sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Menurut sejarah yang beredar di daerah Samosir, awal mula boneka Sigale-gale ada adalah bentuk perwujudan dari anak raja yang sudah meninggal.

Tujuan dibuatnya boneka ini adalah agar raja tidak terlalu sedih atas meninggalnya putra satu-satunya tersebut. Oleh karena itu, boneka Sigale-gale dibuat mirip seperti manusia. Namun, kebenaran kisah mengenai boneka Sigale-gale ini belum dapat dibuktikan oleh sejarawan setempat.

Contoh Kliping Olahraga

Contoh Kliping Olahraga
Contoh Kliping Olahraga

Bola basket merupakan salah satu cabang olahraga yang dimainkan secara kelompok. Permainan ini terdiri dari dua kelompok atau tim dimana masing-masing tim memiliki anggota 5 orang pemain. Selain itu, masing-masing tim juga memiliki pemain cadangan guna untuk mengganti jika pemain inti mengalami kelelahan atau cidera.

Permainan bola basket termasuk salah satu olahraga yang sangat banyak penggemarnya. Umumnya, turnamen pada olahraga ini diadakan didalam ruangan tertutup. Jika dibandingkan dengan olahraga lainnya, seperti sepak bola, tempo permainan bola basket ini lebih cepat.

Salah satu negara yang sangat mengemari cabang olahraga ini adalah masyarakat Amerika Serikat. Maka tidak heran jika cabang olahraga ini termasuk cabang olahraga terfavorit bagi masyarakat Amerika Serikat, selain sepak bola dan bassball. Selain itu, banyak juga turnamen-turnamen yang diadakan oleh Amerika Serikat, bahkan turnamen tersebut banyak juga disiarkan di berbagai stasion televisi di dunia.

Contoh Kliping Teknologi

Contoh Kliping Teknologi
Contoh Kliping Teknologi

Dalam era modern saat ini, teknologi semakin canggih, baik teknologi yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari manusia, maupun teknologi yang dapat mempermudah manusia untuk komunikasi dan mendapatkan informasi di berbagai belah dunia.

Kecangihan teknologi juga dapat mempermudah manusia belajar berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah belajar bahasa. Seseorang dapat belajar bahasa Inggris dengan memanfaatkan google translate.

Baca juga: Contoh Resensi Film

Melalui google translate, orang-orang dapat mengartikan bahasa apa saja ke bahasa kita, misal bahasa Inggris diterjemahkan ke bahasa Indoensia. Selain menerjemahkan, google translate juga menyediakan google voice, yakni suara yang ada dalam google translate untuk membaca tulisan-tulisan. Sehingga kita bisa mengucapkan dengan benar tulisan tersebut.

Selain google translate, ada juga youtube yang banyak menyajikan berbagai hiburan dan ilmu, seperti belajar Bahasa Inggris. Dengan kemajuan teknologi ini, manusia tidak kesulitan lagi untuk belajar berbagai ilmu. Karena banyak ilmu-ilmu yang dapat diperoleh dengan mencari di youtube, misalnya Belajar Bahasa Inggris.

Contoh Kliping Mengenai Sejarah: Perang Besar Yang Terjadi Akibat Hoax

Contoh Kliping Mengenai Sejarah_ Perang Besar Yang Terjadi Akibat Hoax
Contoh Kliping Mengenai Sejarah_ Perang Besar Yang Terjadi Akibat Hoax

Berita atau informasi hoax sangat berbahaya bagi kesatuan dan persatuan. Berita-berita hoax ini dapat menimbulkan perselisihan yang bisa mengakibatkan perpecahan antar individu, kelompok, bahkan negara. Berdasarkan sejarah, berita hoax ini mampu membuat negara berselisih hingga mengakibatkan peperangan antar negara. Berikut berita hoax yang mengakibatkan peperangan.

Polandia Dan Jerman Mengalami Perang Yang Sangat besar

Berdasarkan catatan sejarah, perang dunia kedua muncul akibat penyerangan Jerman terhadap wilayah Polandia pada tahun 1939. Namun, perlu diketahui alasan yang diungkapkan Negara Jerman terhadap penyerangan Polandia. Alasan Jerman, yang pada saat itu di pimpin oleh Adolf Hitler adalah Negara Jerman mengalami inflasi dimana inflasi tersebut diakibatkan atau berasal dari Polandia sehari sebelum penyerangan.

Di sisi lain, ada fakta yang lain bahwa ada jendral SS, yakni Alfred Naujocks dan enam perwira lainnya melakukan penyamaran dan menjadi tentara pemberontak Polandia. Mereka menculik seorang petani Polandia yang bernama Francusze Honiok. Mereka melakukan dengan cara membius petani tersebut dan membawanya ke radio milik Jerman yang berada di Kota Gliwice.

Kemudian, mereka menyebar berita melalui radio tersebut. Berita yang disiarkan adalah stasiun radio akan diduduki oleh Polandia dalam waktu dekat dan Polandia juga akan menyerang Jerman.

Berasal dari berita hoax inilah tentara Jerman menyerang Polandia yang mengakibatkan perang aliansi yang sangat besar di wilayah Eropa.

Perang Tentara Rusia Palsu

Pada tahun 1788, seorang raja yang berasal dari kerajaan Swedia, yaitu Raja Gustav III mengalami kegundahan karena reputasi dan wibawa sang raja menurun di mata publik. Pada waktu yang bersamaan, ada kabar bahwa negara Rusia berusaha untuk meluaskan wilayah kekuasaannya di bagian barat. Dari berita tersebut, Raja Gustav III berfikir bahwa hal tersebut merupakan waktu yang tepat untuk menaikkan kewibawaannya kembali.

Sayangnya, Raja Gustav III tidak memiliki alasan yang tepat untuk menyerang dan sang raja juga tidak tahu kapan Rusia akan melakukan penyerangan. Sehingga, sang raja merencanakan suatu siasat buruk.

Raja Gustav III memerintahkan para tim penjahit kerajaan untuk membuatkan seragam yang sama dengan seragam yang dikenakan tentara Rusia. Setelah itu, sang raja mengutus sebagian prajuritnya mengenakan seragam tersebut. Prajurit-prajurit tersebut diperintahkan untuk berpura-pura menyerang kerajaan.

Dengan cara tersebut, sang raja berharap kepercayaan dan kewibawaannya meningkat kembali di mata rakyatnya. Namun, sayangnya sang raja tidak memikirkan bahwa pada saat itu sebagian besar prajurit angkatan laut sedang melakukan perjalanan guna menghadapi kekaisaran Turki Ottoman. Karena hal itu, peperangan malah berujung panjang, yakni selama kurang lebih dua tahun lamanya.

Contoh Kliping Bencana Alam: Gempa Bumi Yang Terjadi Di Pulau Sumatera Barat

Contoh Kliping Bencana Alam_ Gempa Bumi Yang Terjadi Di Pulau Sumatera Barat
Contoh Kliping Bencana Alam_ Gempa Bumi Yang Terjadi Di Pulau Sumatera Barat

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pulau sangat banyak, sehingga mendapat julukan negara kepulauan. Sama halnya dengan negara lainnya, Indonesia juga beberapa kali pulaunya dilanda musibah, yakni gempa bumi. Salah satu pulau yang pernah dilanda gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan dan korban besar adalah Pulau Sumatra Barat.

Wilayah-wilayah Pulau Sumatra Barat saat itu yang mengalami kerusakan yang cukup parah adalah Kabupaten Agam, Kota Solok, Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman barat, Kabupaten Pariaman, dan Kota Padang.

Tidak hanya kerusakan bangunan dan fasilitas umum saja, gempa yang memiliki kekuatan 7,6 skala Richer ini juga menimbulkan banyak koraban jiwa. Berdasarkan data dari Satkorlak PB, kurang lebih terdapat 6.234 orang yang wafat. Sedangkan, korban yang mengalami luka berat sebanyak 1.214 orang dan luka ringan sebanyak 1.688 orang, serta satu orang hilang.

Gempa bumi yang terjadi di Pulau Sumatra barat tersebut juga mengakibatkan kebakaran dahsyat di beberapa titik, bahkan menimbulkan putus jaringan telekomunikasi.

Contoh Kliping Ekonomi: Pertanian

Contoh Kliping Ekonomi_ Pertanian
Contoh Kliping Ekonomi_ Pertanian

Negara Indonesia merupakan salah satu negara yang dikenal sebagai negara agraris. Negara ini memiliki lahan yang subur dan memiliki banyak spesies tumbuh-tumbuhan. Tidak hanya itu, kondisi iklim yang ada juga sangat mendukung. Oleh karena itu, sebagian besar penduduk Indonesia adalah Petani.

Para petani di Indonesia pada umumnya menanam padi, sawit, jagung, kopi, cengkeh, rempah-rempah, sayur dan buah-buahan. Tidak heran jika pada masa itu banyak penjajah yang ingin menguasai tanah Indonesia.

Demikianlah penjelasan terkait dengan pengertian kliping yang baik dan benar, sistematika susunan kliping, contoh kliping seni budaya, contoh kliping bencana alam, contoh kliping olahraga dan juga cara membuat kliping. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian dan bisa dijadikan referensi untuk pembuatan tugas.

Contoh Kliping

Satu pemikiran pada “Contoh Kliping Bencana Alam, Olahraga, Seni Budaya Beserta Cara Membuatnya”

Tinggalkan komentar