10+ Contoh Perjanjian Internasional dan Macam-Macam Kerjasama

CONTOH PERJANJIAN INTERNASIONAL – Yakni sebuah kesepakatan atau persetujuan yang dilakukan antara beberapa organisasi dengan skala internasional atau negara yang masuk dalam pengawasan aturan internasional.

Pengertian Perjanjian Internasional

contoh perjanjian internasional

Tak bahasa, perjanjian internasional disebut juga sebagai relasi kerja antara negara satu dengan negara yang lainnya untuk mencapai sebuah profit bersama.

Ada banyak sekali perjanjian internasional yang telah tercapai. Hampir segala negara pasti mempunyai perjanjian internasional dengan badan atau negara di luar negaranya, guna mendapat tujuan-tujuan tertentu.

Tentunya kepentingan perjanjian Internasional berbeda-beda. Mulai dari demi kepentingan ekonomi, pariwisata, kebudayaan, perdamaian, sampai kepentingan politik. Masing-masing negara mempunyai kepentingan yang berbeda.

Kendati demikian, negara yang melaksanakan kerjasama Internasional akan saling melengkapi antara negara satu dengan negara yang lainnya. Dengan memperhatikan bermacam pertimbangan.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Tahap Tahap Perjanjian Internasional

contoh perjanjian internasional

Ada persyaratan-persyaratan atau prosedur yang mesti dipenuhi dikala hendak melaksanakan Perjanjian Internasional. Prasyarat atau prosedur ini biasa dipakai di dalam pembuatan Kesepakatan Internasional ini.

Di antara prosedur atau level yang dibutuhkan di dalam pembuatan Kesepakatan Internasional ini dibagi menjadi 2 secara garis besar. Tak biasa (klasik), dan secara simpel (simplified).

Berikut ini pembagian bermacam tipe prosedur atau level perjanjian internasional :

Tahapan Perjanjian Internasional Biasa (Classic)

  1. Tahap Negosiasi atau Negosiasi
  2. Pengerjaan Penandantanganan Perjanjian atau Kesepakatan Internasional
  3. Tahap persetujuan oleh parlemen
  4. dan yang terakhir adalah pelaksanaan Ratifikasi

Tahap Sederhana (Simplifed)

Tahapan Negosiasi atau Negosiasi

Tahap Penandatanganan Kesepakatan

Tahap Perjanjian Internasional menurut UU No. 24 Tahun 2000

  1. Pengerjaan Penjajakan
  2. Tahap Negosiasi Kesepakatan
  3. Pengerjaan Perumusan dan Pembentukan Perjanjian
  4. Tahap Penandatanganan Persetujuan
  5. yang terakhir adalah Tahap Peresmian Naskah Perjanjian Antarnegara

 

Contoh Perjanjian Internasional

contoh perjanjian internasional

Salah satu contohnya adalah kerjasama antara Indonesia dengan Tiongkok. Banyak sekali produk dari Tiongkok yang menyerbu pasar-pasar di Indonesia. Tertib ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja sebetulnya.

Banyak sekali produk dari Tiongkok yang telah menyebar hampir di segala dunia. Di samping tenar sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, Tiongkok juga adalah negara yang mempunyai kekuatan kekuatan produksi dan ekspor barang terbesar.

Mereka memproduksi bermacam tipe tipe produk. Mulai dari keperluan rumah tangga, kecantikan, elektronik, otomotif, dan masih banyak lagi bermacam tipe produk yang mereka produksi.

Menurut Mahkamah Internasional, tepatnya di Pasal 38 Ayat 1 mengucapkan bahwa perjanjian internasional adalah perjanjian yang baik mengandung ketentuan-ketentuan aturan yang telah diakui oleh masing-masing negara-negara yang bersangkutan baik bersifat khusus atau biasa.

Menurut UU No. 37 Tahun 1999 sendiri, mengucapkan bahwa perjanjian internasional adalah perjanjian yang terjadi dalam format dan nama tertentu yang telah dijadikan secara tertulis yang memunculkan hak dan kewajiban di dalam bidang aturan politik.

Baca Juga: Struktur Sosial Masyarakat Beserta Pengertiannya

Fungsi Perjanjian Internasional

contoh perjanjian internasional

Perjanjian internasional mempunyai bermacam tipe fungsi atau kegunaan. Menurut Mohd. Burhan Tsani, Perjanjian Internasional setidaknya mempunyai 4 fungsi. Di antaranya sebagai berikut ini:

  • Dapat dipakai sebagai wadah yang bisa dipakai untuk mengambil perhatian dan mendapat pengakuan secara biasa dari masyarakat luas di segala dunia.
  • Dapat pula dijadikan sebagai sumber acuan Tertib Internasional.
  • Perjanjian konsep Internasional ini bisa dipakai sebagai sarana untuk semakin mengembangkan kerjasama Internasional secara lebih luas.
  • Kerjasama internasional bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan komunikasi antar negara, sehingga terjadi banyak interaksi di dalamnya.

Manfaat Perjanjian Antarnegara

contoh perjanjian internasional

Sesungguhnya ada bermacam tipe manfaat yang bisa didapatkan dikala dua atau lebih negara melaksanakan perjanjian internasional. Dengan semakin banyaknya perjanjian internasional, maka masing-masing negara akan lebih gampang untuk melaksanakan komunikasi dan menyetarakan frekuensi.

Diantara manfaat dari Kerjasama Internasional sebagai berikut:

  1. Negara-negara akan mempunyai tujuan sama, dengan penggunaan pola atau sistem yang mulai disesuaikan.
  2. Diinginkan dengan semakin banyaknya perjanjian internasional, maka perselisihan bisa diminimalisir,
  3. Penyimpangan yang melanggar kesepakatan antar negara bisa seketika dibetulkan, dan perbuatan lebih lanjut bisa dilakukan secara pesat dan responsif.
  4. Pembentukan koalisi keamanan untuk kedamaian dan ketertiban dunia, demi terciptanya kondusifitas di penjuru dunia.
  5. Saling menolong di dalam situasi sulit krisis ekonomi, sehingga membangkitkan simpati antar negara untuk
  6. menanggapi dan menolong situasi sulit ekonomi di negara lain.

Demikianlah penjelasan kami mengenai Pengertian Perjanjian Internasional, semoga bisa memberikan kita wawasan yang lebih luas, dan sedikit banyak bisa memberikan kita penjelasan, bagaimana sistem internasional berjalan. Silahkan tinggalkan anjuran dan pertanyaan di kolom di bawah.

Baca Juga: Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Keuntungan dan Kerugian Kerjasama Inrternasional

contoh perjanjian internasional

Seumpama perjanjian yang dilakukan antara negara berkembang dengan negara maju. Negara berkembang akan melaksanakan sebuah kerjasama dengan negara maju untuk mendapatkan produk, atau segala hal yang terkait di dalam kemajuan teknologi berita.

Bagus dalam hal produk, jasa, ilmu pengetahuan, sampai sistem yang nantinya bisa diadopsi di negara berkembang. Bagi negara maju sendiri, kepentingan mereka juga tidak keok krusial.

Negara maju adalah sebuah negara yang kebanyakan penduduknya bekerja di bidang industri atau perkantoran. Pendapatan per-kapita penduduk di negara semacam ini bisa dikatakan lebih dari cukup.

Tetapi, kendala dari negara maju adalah, jarang dari penduduknya yang mempunyai mata pencaharian sebagai petani. Sedangkan pekerjaan sebagai petani adalah sebuah pekerjaan mulia di mana segala orang membutuhkan hasil panenannya sebagai makanan yang nantinya dikonsumsi.

Sebab minimnya orang yang bercocoktanam, maka semakin lama hal ini akan menjadi situasi sulit bagi penduduk terutamanya di negara maju. Penghasilan di atas rata-rata para penduduk negara berkembang, tidak berbanding lurus dengan suplai makanan yang mereka punya.

Kerjasama untuk Saling Menguntungkan

Nah, berangkat dari sinilah negara maju perlu membutuhkan bermacam tipe perjanjian dan kerjasama internasional demi kelangsungan dan kelancaran hidup mereka. Tak garis besar, negara-negara maju telah amat paham dengan hal ini.

Negara maju akan banyak menjalin kerjasama yang amat harmonis dengan negara-negara berkembang, terutamanya dengan negara dengan kekuatan agraris yang besar seperti Indonesia.

Tak hanya berhenti di situ, negara berkembang juga adalah sebuah lahan luas yang amat hijau bagi negar maju untuk memasarkan bermacam tipe produk dari negara maju.

Dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada di negara berkembang, produk apa saja yang dijual di negara berkembang hampir selalu mendapatkan respon yang positif dari masing-masing segmen yang telah ditargetkan.

Tak heran sekiranya produk-produk dengan nama besar baik itu otomotif, dan elektronik justru mendapatkan respon yang amat positif oleh pembeli dari negara-negara berkembang.

Tetapi tentu saja tidak hanya negara maju saja yang bisa memasarkan produk-produk mereka ke negara-negara berkembang. Ada pula negara berkembang yang terus melaksanakan pengembangan kerjasamanya dengan negara berkembang lainnya.

ENIS PERJANJIAN INTERNASIONAL

contoh perjanjian internasional

Perjanjian internasional ada dua tipe:

● Perjanjian Bilateral

Perjanjian Bilateral mempunyai sifat khusus (treaty contract) sebab hanya memegang hal-hal yang menyangkut kepentingan kedua Negara saja. Oleh sebab itu, perjanjian bilateral bersifat “tertutup”. Artinya tertutup kemungkinan bagi Negara lain untuk ikut serta serta dalam perjanjian tersebut.

Jadi, Perjanjian bilateral adalah perjanjian yang bersifat khusus sebab hanya memegang hal-hal yang menyangkut kepentingan dua Negara.

Ada beberapa contoh yang bisa diberi tahu sebagai gambaran konkrit dari perjanjian bilateral.
a. Perjanjian antara Republik Indonesia dengan RRC (Republik Rakyat Cina) pada tahun 1955 seputar penyelesaian “dwikenegaraan”.

b. Perjanjian antara Indonesia dengan Muangthai seputar “garis batas Laut Andaman” di sebelah utara Selat Malaka pada tahun 1971.

c. Perjanjian “ekstradisi” antara Republik Indonesia dan Malaysia pada tahun 1974.

d. Perjanjian antara Republik Indonesia dan Australia mengenai pertahanan dan keamanan kawasan kedua Negara pada tanggal 16 Desember 1995.

● Perjanjian Multilateral

Perjanjian Multilateral kerap disebut sebagai law making treaties sebab hanya memegang hal-hal yang menyangkut kepentingan biasa dan bersifat “terbuka”. Perjanjian multilateral tidak saja memegang kepentingan Negara-negara yang mengadakannya, namun juga kepentingan Negara lain yang tidak ikut serta (bukan peserta) dalam perjanjian multilateral tersebut.

Jadi, Perjanjian Multilateral adalah perjanjian yang diadakan oleh lebih dari dua Negara dan kerap disebut sebagai law making treaties sebab memegang hal-hal yang menyangkut kepentingan biasa.

Ada beberapa contoh yang bisa diberi tahu sebagai gambaran konkrit dari perjanjian multilateral.
a. Konvensi Jenewa, tahun 1949 seputar “Perlindungan Korban Perang”.
b. Konvensi Wina, tahun 1961 seputar “Tertib Diplomatik”.
c. Konvensi Tertib Laut Internasional tahun 1982 seputar “Laut Teritorial, Area bersebelahan, Area Ekonomi Eksklusif, dan Landas Benua”.

Baca Juga: Pengertian Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

SEJARAH PERJANJIAN INTERNASIONAL

contoh perjanjian internasional

Perjanjian internasional adalah perjanjian yang diadakan antara anggota masyarakat bangsa-bangsa dan bertujuan untuk mengakibatkan imbas aturan tertentu.Dari uraian definisi Perjanjian Internasional diatas, maka dapatlah di ketahui asal muasal adanya perjanjian internasional.

Perjanjian internasional adalah sumber hukkum internasional. Dalam perkembangan baru oleh Mahkamah Internasional Sumber aturan inilah yang memberikan kelonggaran terhadap mahkamah internasional untuk menemukan kaidah aturan baru dan mengembangkan hukmum internasional menurut prinsip aturan biasa.

Dalam aturan internasional ada kecenderungan memegang aturan perjanjian antara organisasi internasional dengan organisasi internasional atau antara organisasi internasional dengan subjek aturan internasional secara tersendiri
Tertib diatas membuktikan bahwa suatu Negara tetap mempunyai keterkaitan dengan Negara-negara lainnya.

Sehingga untuk bisa saling mengisi dan menjaga kestabilan pemerintahan, maka dibutuhkan adanya perjanjian internasional untuk menjaga agar tidak ada pihak yang dirugikan serta agar bisa terpenuhinya keseimbangan antara hak dan kewajiban antara anggota masyarakat dunia.

Kecenderungan seperti diatas lah yang menyebabkan perkembangan yang pesat dari organisasi internasional.
Ciri khusus perjanjian yang diadakan contohnya dalam konferensi Internasional mengenai Tertib Perjanjian Internasional yang diadakan di Vienna pada tahun 1968.

Konvensi Tertib Perjanjian di Vienna dengan tegas mengatakan bahwa konvensi ini hanya memegang perjanjian an tar Negara.Jadi, bukan hanya Negara saja yang bisa menjadi peserta dalam perjanjian internasional, namun konferensi menganggap perlu memegang perjanjian yang diadakan organisasi-organisasi atau badan internasional secara tersendiri.

Untuk masa sekarang, perjajian internasional bisa dianggap sumber yang terutamanya sekiranya dipandang dari kenyataan bahwa semakin banyaknya situasi sulit-situasi sulit antar Negara dewasa ini.

Demikianlah penjelasan dari kami mengenai muali dari contoh perjanjian internasional, pengertian perjanjian internasional, sampai tahap tahap perjanjian internasional yang bisa Anda jadikan sebagai tambahan wawasan. Semoga berkhasiat.

Satu pemikiran pada “10+ Contoh Perjanjian Internasional dan Macam-Macam Kerjasama

Tinggalkan komentar