Sejarah Bola Voli di Dunia dan Indonesia Secara Singkat Lengkap

Sejarah Bola Voli – Cabang olahraga bola voli adalah salah satu cabang olahraga yang enak ditonton. Permainan smash dan passing yang baik semakin membuat banyak orang tertarik untuk sekedar menonton hingga bermain bola voli. Permainan yang dimainkan oleh tim yang berjumlah 6 orang ini banyak digemari di Indonesia.

Meskipun termasuk olahraga yang populer, banyak orang yang belum tahu secara detail tentang sejarah bola voli dunia maupun Indonesia.

Artikel ini akan menambah wawasan kalian mengenai sejarah awal mula bola voli dan perkembangannya di Indonesia. Beberapa hal penting dan menarik lain akan dicantumkan sebagai pengetahuan tambahan.

Awal Sejarah Bola Voli

Olahraga bola voli diciptakan oleh William G. Morgan
William G. Morgan

Olahraga bola voli diciptakan pada 1895 oleh William G. Morgan, seorang pembina olahraga di Young Men Christian Association (YMCA) di Kota Holyoke. Sebuah kota di Hampden Country, Massachusetts, Amerika yang berada di tepi barat Sungai Connecticut dan Gunung Tom Range.

Latar belakang dari sejarah bola voli adalah sebuah cabang olahraga yang menggabungkan basket, bisbol, tenis, dan bola tangan.

Voli diciptakan 4 tahun setelah diciptakannya permainan basket pada tahun 1891. Olahraga ini dirancang oleh William G. Morgan untuk para pengusaha dan di rancang supaya tidak terjadi kontak fisik seperti basket.

Pada awal penemuannya ini, olahraga ini disebut “mintonette”. Net tenis yang diangkat sekitar 6 kaki 6 inci di atas lantai digunakan sebagai pembatas antar pemain.

Tinggi net tersebut tepat diatas kepala rata-rata pria waktu itu. Olahraga yang awalnya bernama mintonette ini pun mulai dimainkan di Young Men Christian Association (YMCA) tempat Morgan mengajar.

Pada awal tahun 1986, William G. Morgan membawa dua tim untuk mendemonstrasikan permainan mintonette kepada Direktur Pendidikan Jasmani YMCA. Morgan menjelaskan jumlah pemain yang tidak terbatas dapat berpartisipasi dan tujuan permainan ini untuk menjaga bola diatas net antara dua tim.

Pada acara itu, Morgan juga memberikan salinan tulisan tangan aturan permainannya kepada Direktur Pendidikan Jasmani untuk dipelajari dan dikembangkan.

Direktur Pendidikan Jasmani itu bernama Dr. Halsted Springfield melihat permainan ini di YMCA dan menyarankan Morgan mengganti nama mintonette menjadi “volleyball”.

Hal itu terjadi ketika acara demonstrasi mintonette di YMCA. Alasan pengambilan nama volleyball karena ia melihat bola yang bolak-balik melewati net. Morgan menyetujui saran itu dan mulai memperkenalkan volleyball ke dunia luar.

Perkembangan Bola Voli

Springfield College Juli 1896.
Springfield College Juli 1896.

Sejarah bola voli tidak terlepas dari perkembangannya. Satu tahun setelah ditemukannya olahraga bola voli oleh William G. Morgan, olahraga ini dimainkan pertama kali di Springfield College pada 7 Juli 1896.

Jarak Springfield College dari YMCA tempat Morgan mengajar sekitar 18 km. Peraturan permainan dan alat yang digunakan masih sangat sederhana.

Perancangan Bola Voli dan Perubahannya

Pada awalnya, bola voli dimainkan dengan bola bagian dalam dari bola basket. Alasannya karena olahraga ini membutuhkan bola yang mudah melayang di udara.

Namun bolanya terlalu ringan dan tidak melayang dengan sempurna. Kemudian bola basket utuh digunakan sebagai penggantinya. Kendala selanjutnya adalah bolanya terlalu berat dan menyakiti tangan.

Hal itu membuat Morgan meminta pabrik A.G Spalding & Bros yang berada di Massachusetts untuk merancang bola khusus. Morgan menginginkan bola yang mudah melayang namun tidak terlalu ringan. Selain itu, ia juga menyarankan agar mendesain ukuran yang cocok. Pada tahun 1900, bola khusus untuk olahraga voli berhasil di desain.

Bola pertama ini terdiri dari 3 lapisan. Lapisan pertama yang merupakan bagian dalam terbuat dari lateks dengan bahan seperti ban sepeda.

lapisan kedua terbuat dari bahan katun tipis yang melingkari lapisan pertama. Lapisan ketiga adalah bagian luar kulit bola. Desain dan bahan bola voli modern tidak berubah secara signifikan dari desain yang pertama.

Pada awal masa perkembangannya, bola voli dijahit dengan konstruksi 18 panel. Pada olimpiade 2008 perusahaan Mikasa ditunjuk untuk mengembangkan model baru. Bola ini memiliki desain 8 panel untuk membuat kontak tangan dan bola lebih besar sehingga meningkatkan akurasi.

Selain itu, ada beberapa lesung atau tonjolan tambahan untuk menghasilkan pola penerbangan yang lebih baik. Ini adalah perubahan revolusioner pertama bola voli setelah pertama kali diciptakan. Ukuran bola voli saat ini memiliki diameter 25 dan 27 inci dengan berat 9-12 ons.

Sejarah Bola Voli Meyebar dan Masuk ke Indonesia

Sejarah bola voli dalam proses penyebarannya diawali pada tahun 1900, olahraga bola voli mulai menyebar ke daerah Utara, yaitu ke Kanada. Kemudian pada tahun 1906 perwira Angkatan Darat Amerika Utara membawa voli ke Kuba selama melakukan intervensi militer. Pada tahun 1908, pelajar Jepang yang lulus dari Amerika menyebarkan bola voli di Jepang dan membuat aturan di pengadilan Tokyo.

Cina dan Filipina mulai mengenal bola voli pada tahun 1910. Lima tahun kemudian (1915) voli mulai dikenal di Perancis disekitar pantai Normandia dan Britanny. Perang Dunia I membawa voli ke Benua Afrika. Mesir adalah negara pertama yang mempelajari aturannya dan memainkan bola voli.

Tahun 1917 American Airmen (sekarang U.S Air Force) menyebarkan voli ke Italia. Kemudian pada tahun 1922 voli mulai terkenal di Rusia (saat itu Uni Soviet). Kemudian pada 1925 mulai menyebar ke Belanda.
Semakin berkembangnya zaman dan perpindahan penduduk membuat voli dengan cepat menyebar ke seluruh dunia termasuk indonesia yang saat itu juga. Hingga akhirnya olahraga ini bisa dimainkan dan dinikmati semua orang di nusantara dan juga diberbagai negara seperti saat ini.

Perkembangan Peraturan Awal Bola Voli

Pada tahun 1912, ditetapkan aturan baru supaya pemain berputar sebelum service dilakukan apabila service berpindah tempat. Pada tahun 1915, jumlah pemain yang awalnya 6 dirubah menjadi fleksibel. jumlahnya antara 2-6 orang.

Hal ini juga yang melatar belakangi penciptaan voli pantai. Selain itu, ketika satu tim kalah pada satu game maka tim tersebut yang melakukan service pertama di game berikutnya.

Pada tahun 1916, skor akhir permainan dikurangi dari 21 menjadi 15. Aturan lainnya, pemain diperbolehkan menggunakan kaki untuk menendang bola. Untuk memenangkan pertandingan, sebuah tim harus memenangkan 2 dari 3 babak yang dimainkan. Tinggi net dinaikkan menjadi 8 kaki (243,8 cm) dan berat bola ditetapkan 8-10 ons.

Masih di tahun yang sama ditetapkan aturan pemain tidak boleh menyentuh bola 2 kali berurutan. Pemain pertama yang menyentuh bola tidak bisa menyentuh bola kedua. Bola kedua harus disentuh oleh pemain yang berbeda seperti aturan baku saat ini.

Selain itu, pemain tidak boleh menahan bola terlalu lama di tangannya (terutama pengumpan). Pada tahun ini voli diperkenalkan ke perguruan tinggi dan universitas olahraga di Amerika Serikat.

Pada 1918, jumlah pemain kembali ditetapkan menjadi 6 orang. Tahun 1919 ribuan jaring dan bola voli dikirim ke luar negri untuk pasukan militer Amerika dengan tujuan utama mendapatkan keuntungan dari olahraga.

Peran Filipina dalam Perumusan Aturan Main Bola Voli

Bola Voli mulai masuk ke Filipina pada tahun 1910. Kemudian pada tahun 1920 orang-orang Filipina mengembangkan beberapa aturan baru yang akhirnya dipakai sebagai peraturan bola voli modern.

Salah satunya adalah peraturan mengenai sentuhan bola maksimal sebanyak 3 kali. Peraturan ini pertama kali dirumuskan oleh masyarakat Filipina. Tentara Amerika yang melihat fenomena ini menerapkan peraturan tersebut ketika kembali ke Amerika.

Peraturan yang kedua adalah tentang cara melakukan service. pada tahun yang sama, masyarakat Filipina membuat aturan untuk melakukan service dengan melempar bola ke udara, kemudian pemain melompat dan memukul bola di udara. Teknik yang sekarang dikenal sebagai spike atau service jump ini awalnya dikenal dengan ” the Filippino bomb”.

Perumusan Peraturan Resmi Bola Voli

Beberapa aturan resmi olahraga bola voli mulai dirumuskan pada tahun 1920. Beberapa diantaranya seperti pengaturan lebar lapangan seluas 30×60 kaki. Pemain tidak bisa lagi menendang bola dengan kaki. Aturan barunya, bola dapat disentuh oleh semua bagian tubuh diatas pinggang. Dibuat aturan maksimal tiga sentuhan sebelum bola dikirim melewati net.

Seiring dengan perkembangan zaman dan dibentuknya federasi bola voli internasional, peraturan bola voli telah berubah beberapa kali. Peraturan yang di terapkan saat ini seperti pengaturan poin mencapai 25, diperbolehkannya menggunakan kaki, dan aturan melakukan spike atau pukulan bola pertama.

Sekian artikel mengenai sejarah bola voli. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kalian. Kalian bisa baca artikel saya yang lain tentang sejarah badminton. Jika ada yang salah atau ingin ditambahkan silahkan cantumkan di kolom komentar.

Sejarah Bola Voli

%d blogger menyukai ini: