Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli | Unsur / Fungsi / Jenis

PENGERTIAN MANAJEMEN – Manajemen sejatinya bermakna seni dalam mengelola dan mengendalikan sesuatu, baik orang atau pekerjaan. Seni hal yang demikian menjadi penting dalam rangka menjaga kestabilan sebuah perusahaan dan organisasi. Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai pengertian manajemen, unsur-unsur, fungsi, serta jenis-jenisnya.

Manajemen sejatinya bermakna seni dalam mengelola dan mengendalikan sesuatu, bagus orang atau pekerjaan. Seni tersebut menjadi penting dalam rangka menjaga kestabilan sebuah perusahaan dan organisasi.

Pengertian Manajemen yaitu sebuah pelaksanaan yang dilakukan untuk menempuh sebuah tujuan suatu organisasi dengan cara berprofesi dalam team. Dalam pemakaiannya manajemen mempunyai objek dan subjek . Obyek yaitu yang dibatasi meskipun subjek yaitu orang yang mengendalikan.

Biasanya ilmu manajemen dipakai untuk mengendalikan sebuah organisasi, perusahaan, atau bisa juga untuk mengendalikan manusia di dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari.

Pengertian Manajemen

fungsi manajemen

Pengertian Manajemen yaitu sebuah pengerjaan yang dikerjakan untuk mencapai sebuah tujuan suatu organisasi dengan sistem berprofesi dalam team. Dalam penerapannya manajemen memiliki obyek dan subjek . Obyek yaitu yang dikontrol meski subjek yaitu orang yang mengendalikan.

Biasanya ilmu manajemen diterapkan untuk mengendalikan sebuah organisasi, perusahaan, atau bisa juga untuk mengendalikan manusia di dalam mengerjakan aktifitas sehari-hari.

Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

pengertian manajemen

Pengertian manajemen menurut para spesialis yaitu penjelasan yang dijabarkan oleh para spesialis spesialis dalam bidang ilmu manajemen sebagai landasan bagi kita untuk memahami seperti apa maksud dari ilmu hal yang demikian karena sejatinya ilmu manajemen yaitu ilmu yang sangat luas. Malah masih belum terang asal-masukan ilmu manajemen kapan mulai ada.

1. Henry Fayol

Manajemen memuat lima gagasan fungsi utama yaitu, merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, dan mengendalikan. Walaupun fungsi manajemen yaitu faktor-faktor dasar yang akan selalu ada dan merekat di dalam pengerjaan manajemen yang akan diciptakan sebuah rujukan oleh manajer dalam mengerjakan kegiatan untuk mencapai tujuan.

2. James A.F Stoner

Manajemen yaitu suatu pengerjaan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengontrolan upaya dari member organisasi serta pengaplikasian seluruh sumber kekuatan yang ada di organisasi guna mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan sebelumnya.

3. Mulayu S.P Hasibuan

Manajemen yaitu ilmu dan seni untuk mengendalikan pengerjaan pemanfaatan sumber kekuatan manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

4. T. Hani Handoko

Manajemen yaitu pekerjaan yang dikerjakan bersama dengan orang-orang untuk memastikan, menginterpretasikan, dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pengerjaan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pembentukan personalia, nasihat, kepemimpinan dan pengawasan.

5. Marry Parker Follet

Manajemen yaitu seni menyelesaikan pekerjaan melewati orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengendalikan dan memberi arahan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

6. Prof. Oie Liang Lee

Manajemen yaitu ilmu dan seni mengkoordinasikan serta mengawasi kekuatan manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

7. The Liang Gie

Manajemen yaitu faktor yang yaitu rangkaian tindakan menggerakkan karyawan-karyawan dan memberi arahan segenap fasilitas kerja supaya tujuan organisasi yang bersangkutan benar-benar tercapai.

8. George R. Terry

Menurut George R. Terry di dalam bukunya “Principles of Management” disebutkan manajemen yaitu “suatu pengerjaan yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan dengan memanfaatkan bagus ilmu ataupun seni demi mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya”.

Baca Juga: Struktur Sosial Sosiologi Masyarakat

9. Dr. Sp. Siagian

Di dalam bukunya filsafat administrasi disebutkan bahwa manajemen yaitu kesanggupan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melewati perantara orang lain.

10. Ordway Tead

Manajemen yaitu pengerjaan dan kegiatan pengerjaan usaha memimpin dan menunjukan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam merealisasikan tujuan yang telah ditentukan.

11. Renville Siagian

Manajemen yaitu suatu bidang usaha yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para kekuatan spesialis terlatih serta berpengalaman.

12. Richard L. Daft

Manajemen yaitu pencapaian target-target organisasi dengan sistem yang efektif dan efisien melewati perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengontrolan sumberdaya organisasi.

13. Horold Koontz

Manajemen yaitu usaha untuk mencapai suatu tujuan tertentu melewati kegiatan orang lain.

14. Lawrence A. Appley

Manajemen yaitu seni pencapaian tujuan yang dikerjakan melewati usaha orang lain.

15. Hilman

Manajemen yaitu fungsi untuk mencapai sesuatu melewati kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai suatu tujuan yang sama.

16. Kimball & Kimball

Manajemen terdiri dari seluruh tugas dan fungsi yang mencakup pembentukan sebuah perusahaan, pembiayaan, penetapan garis-garis besar kebijaksanaan, penyediaan seluruh kelengkapan yang dibutuhkan dan pembentukan kerangka organisasi serta pemilihan para pejabat terasnya.

17. Ricky W. Griffin

Manajemen sebagai sebuah pengerjaan perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber kekuatan untuk mencapai tujuan (goals) secara efektif dan efesien. Tepat berarti bahwa tujuan bisa dicapai layak dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dikerjakan secara benar, terorganisir, dan layak dengan jadwal.

18. Federick Winslow Taylor

Manajemen yaitu Suatu percobaan yang sungguh-sungguh untuk menghadapi tiap keadaan sulit yang timbul dalam pimpinan perusahaan (dan organisasi lain)atau tiap sistem kerjasama manusia dengan sikap dan jiwa seorang sarjana dan dengan mengaplikasikan alat-alat perumusan.

1. Henry Fayol

Manajemen memuat lima gagasan fungsi utama yaitu, merancang, mengorganisasi, menyuruh, mengoordinasi, dan mengendalikan. Sedangkan fungsi manajemen yaitu elemen-elemen dasar yang akan senantiasa ada dan merekat di dalam pelaksanaan manajemen yang akan diwujudkan sebuah rujukan oleh manajer dalam melaksanakan aktivitas untuk menempuh tujuan.

2. James A.F Stoner

Manajemen yaitu suatu pelaksanaan perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengaturan upaya dari member organisasi serta penerapan segala sumber daya yang ada di organisasi guna menempuh tujuan organisasi yang telah ditentukan sebelumnya.

3. Mulayu S.P Hasibuan

Manajemen yaitu ilmu dan seni untuk mengendalikan pelaksanaan pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara tepat sasaran dan efisien untuk menempuh suatu tujuan tertentu.

4. T. Hani Handoko

Manajemen yaitu pekerjaan yang dilakukan bersama dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan, dan menempuh tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia, nasihat, kepemimpinan dan pengawasan.

5. Marry Parker Follet

Manajemen yaitu seni menyelesaikan pekerjaan lewat orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengendalikan dan membimbing orang lain untuk menempuh tujuan organisasi.

6. Prof. Oie Liang Lee

Manajemen yaitu ilmu dan seni mengkoordinasikan serta mengawasi daya manusia dengan bantuan alat-alat untuk menempuh suatu tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

7. The Liang Gie

Manajemen yaitu elemen yang yaitu rangkaian perbuatan menggerakkan karyawan-karyawan dan membimbing segenap fasilitas kerja supaya tujuan organisasi yang bersangkutan benar-benar tercapai.

8. George R. Terry

Berdasarkan George R. Terry di dalam bukunya “Principles of Management” diceritakan manajemen yaitu “suatu pelaksanaan yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan dengan memanfaatkan bagus ilmu maupun seni demi menempuh tujuan yang telah ditentukan sebelumnya”.

9. Dr. Sp. Siagian

Di dalam bukunya filsafat administrasi diceritakan bahwa manajemen yaitu kecakapan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan lewat perantara orang lain.

10. Ordway Tead

Manajemen yaitu pelaksanaan dan aktivitas pelaksanaan usaha memimpin dan menunjukan arah penyelenggaraan tugas suatu organisasi di dalam merealisasikan tujuan yang telah ditentukan.

11. Renville Siagian

Manajemen yaitu suatu bidang usaha yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan dan dikelola oleh para daya pakar terlatih serta berpengalaman.

12. Richard L. Daft

Manajemen yaitu pencapaian sasaran-sasaran organisasi dengan cara yang tepat sasaran dan efisien lewat perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengaturan sumberdaya organisasi.

Fungsi Manajemen

manajemen adalah

Biasanya ilmu manajemen diterapkan untuk mengendalikan sebuah organisasi, perusahaan, atau bisa juga untuk mengendalikan manusia di dalam mengerjakan aktifitas sehari-hari. Orang yang telah terbiasa membikin manajemen, karenanya ia tidak akan nyaman bila yang ada disekitarnya itu acak-acakan. Dalam teorinya fungsi manajemen dibagi menjadi 5

Planning (Perencanaan)

Perencanaan yaitu bagaimana kita memastikan langkah awal dalam mencapai sebuah tujuan dan merencanakan hal-hal yang patut dikerjakan terutamanya dulu. Membuat-hal yang patut direncanakan misalnya : memastikan visi dan misi badan usaha, taktik untuk mencapai tujuan yang telah diciptakan, memastikan sumber kekuatan apa saja yang dibutuhkan untuk mengerjakan rancangan hal yang demikian, memastikan standar keberhasilan.

Manfaat Memiliki Manajemen / Perencanaan

prinsip manajemen

Meminimalisir terjadinya kekeliruan
Pengawasan lebih mudah dikerjakan
Menjadikan barometer kerja

Organizing (Mengorganisasi)

Langkah berikutnya yaitu membikin pembagian kerja sehingga tercipta sebuah struktur organisasi. Fungsi ini berguna untuk mengendalikan sumber kekuatan bagus manusia ataupun fisik supaya tersusun secara sistematis menurut fungsinya masing-masing. Dengan kata lain, fungsi organizing ini lebih menekankan pada bagaimana mengelompokan orang dan sumber kekuatan supaya menyatu.

Fungsi Organizing

Pembagian tugas antar individu/divisi jadi lebih efektif
Tiap spesialisasi ketika mengerjakan tugas/pekerjaan.
Diperhatikan orang/member dalam perusahaan tidak bingung, karena jobdesc telah terang.

Staffing

Mengerjakan dari fungsinya staffing tidak jauh berbeda dari organizing, karena pada intinya menempatkan orang ditempat yang tepat. Staffing lebih mengendalikan ke sumber kekuatan yang ada, seperti kelengkapan, kelengkapan, inventaris perusahaan, dsb.

Fungsi Staffing

Perencanaan SDM yang ada
Rekruitmen kekuatan kerja
Pengerjaan seleksi bagi yang mendaftar
Tuntunan kerja
Evaluasi terhadap kinerja

Coordinating (Elemen)

Fungsi manajemen dalam hal nasihat lebih menekankan pada upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja dengan maksimal. Mulai dari pemberian nasihat kerja, motivasi, penjelasan tugas rutin, dan lain sebagainya.

Controling (Pengawasan)

Fungsi controling diterapkan untuk mengecek, mengawasi, dan mengendalikan apakah pekerjaan yang dikerjakan oleh SDM telah layak dengan target atau belum, bila belum karenanya yang bertugas untuk mengerjakan controling patut mengingatkan terhadap para pegawai supaya memenuhi target yang telah ditentukan. Fungsi Controlling ini sangat penting dikerjakan, karena akan memastikan apakah mutu dari layanan atau produk hal yang demikian terjaga atau tidak.

Baca Juga: Pengertian Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Unsur-Unsur Manajemen

pengertian manajemen menurut para ahli

Unsur Manajemen dalam pelaksanaanya saling berkaitan erat satu sama lainnya. Masing-masing dari faktor hal yang demikian tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Tanpa adanya salah satu karenanya pengaplikasian fungsi manajemen dalam perusahaan tidak akan bisa berjalan dengan bagus. Elemen-faktor manajemen bisa dibagi menjadi 6 komponen

Man (Manusia)

Manusia yaitu faktor manajemen yang paling vital. Manusia yang membikin perencanaan dan mereka pula yang mengerjakan pengerjaan untuk mencapai tujuan hal yang demikian. Tanpa adanya manusia, karenanya pengaplikasian fungsi manajemn tidak akan bisa berjalan dengan bagus.

Money (Uang)

Dalam mengerjakan kegiatan kesehariannya tidak akan bisa lepas dengan uang. Dengan ketersediaan modal yang memadai karenanya manajemen perusahaan akan lebih bebas dalam mengerjakan sejumlah kebijakan untuk mencapai tujuan akhir perseroan yaitu memperoleh laba yang maksimal.

Materials (Bahan baku)

Elemen material berperan penting dalam pengerjaan produksi. Tanpa adanya bahan baku perusahaan tidak bisa membikin suatu barang untuk bisa dipasarkan. Metode kekuatan spesialis untuk bisa mengolah bahan baku menjadi barang jadi atau separo jadi. Sumber kekuatan manusia dan bahan baku sangat berkaitan satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan.

Machines (Mesin)

Untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi dibutuhkan seperangkat mesin dan kelengkapan kerja. Dengan adanya mesin hal yang demikian otomotis waktu yang dibutuhkan dalam pengerjaan produksi menjadi lebih efisien dan lebih cepat, pemilihan bahan baku yang berkualitas dan kekuatan kerja yang spesialis akan memperoleh hasil yang maksimal.

Methods (Agar)

Dalam mengerjakan manajemen untuk mengelola sejumlah faktor-faktor diatas dibutuhkan suatu sistem atau standard opartional prosedure yang baku.

Market (Pasar)

Pada hasilnya barang yang telah diproduksi akan di jual terhadap konsumen. Penentuan pasar sangat berdampak dalam keberhasilan memasarkan sebuah produk. Tiap bisa menguasai segmentasi pasar pihak manajemen patut memiliki taktik pemasaran yang ampuh dan bisa bersaing dengan saingan market sejenis bagus dari sisi harga, mutu ataupun kuantitas.

Prinsip Manajemen

unsur-unsur manajemen

Dalam buku yang berjudul “Administration Industrielle et Generale” yang ditulis oleh Henry Fayol, seorang spesialis manajemen dan administrasi dari Perancis, mengatakan sedikitnya ada sekitar 14 prinsip umum dalam manajemen. Berikut penjelasannya

1. Division of Work (Pembagian Maka)

Dalam manajemen, pekerjaan patut dibagi menjadi faktor-faktor yang lebih kecil atau di spesialisasi supaya hasil hasilnya meningkat seiring dengan peningkatan kesanggupan dan keahlian pada tugas yang diembannya.

2. Authority & Responsibility ( Keseimbangan wewenang dan tanggung jawab)

Para Manager memiliki wewenang dalam memerintah bawahan untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu. Diperhatikan karyawan diberi wewenang untuk mengerjakan suatu pekerjaan. Perlu diingat, wewenang berasal dari suatu tanggung jawab. Tiap dari itu, wewenang dan tanggung jawab patut seimbang, makin besar wewenangnya makin besar pula pertanggungjawabannya.

3. Dicipline (Disiplin)

Dalam sebuah organisasi atau perusahaan, disiplin yaitu hal yang sangat penting dan berdampak dalam kemajuan perusahaan. Kedisiplinan yaitu dasar dari keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan organisasinya.

4. Unity of Command (Kesatuan Perintah)

Kesatuan instruksi yaitu sebuah prinsip dimana tidak dibiarkan adanya dua pimpinan yang memberikan instruksi ke bawahannya, maksudnya yaitu dalam sebuah organisasi atau perusahaan besar orang yang bertugas untuk memberikan instruksi terhadap bawahannya patut satu orang saja, karena bila lebih dari satu yang memberikan instruksi karenanya bisa dipastikan pekerjaanya bakal acak-acakan karena tidak bisa fokus.

Dalam mengerjakan pekerjaan, para pekerja harusnya melihat prinsip prinsip kesatuan instruksi supaya pekerjaan bisa dikerjakan dengan bagus. Diperhatikan karyawan patut mengenal terhadap siapa ia patut bertanggungjawab yang layak dengan kewenangan yang didapatnya.

Perintah yang diberi manajer lain terhadap karyawan yang sama bisa menyebabkan rusaknya wewenang dan tanggungjawab serta pembagian kerja. Tiap dari itu, sebaiknya, pekerja hanya memiliki satu atasan tanpa ada instruksi dari yang lain.

5. Unity of Directions (Kesatuan Elemen)

Kesatuan Elemen yaitu salah satu prinsip manajemen yang dimana tiap kelompok pekerjaan yang memiliki tujuan yang sama, patut memiliki satu rencana dan hanya dipimpin oleh satu manajer saja. Upah dibedakan, dengan unity of command yang berkaitan dengan jalannya fungsi personalia meski unity of direction berkaitan dengan struktur
Dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab, pekerja perlu dituntun menuju sasarannya. Kesatuan nasihat ini berkaitan dengan pembagian kerja. Prinsip kesatuan nasihat juga bergantung terhadap kesatuan instruksi.

6. Subordination of Individual Interest to General Interest (Subordinasi Kepentingan Perseorangan terhadap Kepentingan Menurut)

Prinsip ini mengucapkan bahwa tiap karyawan telah selayaknya mengabdi terhadap perusahaan atau organisasi. Prinsip ini seperti prasyarat yang penting supaya pekerjaan berjalan dengan bagus dan lancar.

Prinsip ini terjadi ketika karyawan memiliki kesadaran bahwa kepentingan pribadinya sesungguhnya tergantung pada sukses atau tidaknya kepentingan organisasi. Prinsip manajemen ini bisa terbentuk bila karyawan merasa bersuka cita dan nyaman dalam berprofesi.

7. Pemberian Perintah Pegawai

Menurut Henry Fayol, prinsip ini yaitu pemberian bayaran dan sistem pembayaran yang adil serta memberi kepuasan yang maksimal terhadap para pegawai. Dengan mengaplikasikan sistem bayaran atau gaji yang memuaskan nantinya bisa menstimulasi pegawai supaya berprofesi lebih rajin dan bersemangat.

8. Centralitation (Pemusatan)

Prinsip pemusatan mengucapkan bahwa seluruh organisasi atau perusahaan patut memilki pusat. Maksudnya yaitu, sebuah perusahaan patut memiliki pusat yang terang untuk menampilkan sampai batas mana kewenangan itu di prioritaskan atau dibagi pada suatu organisasi perusahaan.

Tanggungjawab yang paling besar di sebuah organisasi berada pada orang yang mengendalikan kewenangan tertinggi atau pucuk pimpinan (manajer). Pemusatan ini juga berfungsi sebagai bentuk usaha untuk memberikan kejelasan instruksi dan untuk menghindari adanya simpang siur kewenangan dan tanggungjawab.

9. Chaind of Command (Heirarki/Rangkaian Perintah)

Rangkaian Perintah yaitu prinsip manajemen yang mewajibkan instruksi dari atas kebawah patut selalu mengambil jarak yang terdekat. Hierarki ini dibutuhkan untuk kesatuan arah instruksi. Rantai instruksi ini berhaluan terhadap jumlah jenjang yang ada pada hierarki dari otoritas tertinggi sampai tingkat yang paling rendah pada sebuah organisasi. Garis otoritas jaraknya tidak boleh terlalu jauh.

10. Order (Ketertiban)

Prinsip ini bisa dibilang sebagai prasyarat utama karena pada biasanya tidak ada orang yang bisa berprofesi dalam keadaan kacau. Ketertiban pada suatu pekerjaan bisa terbentuk bila seluruh karyawan memiliki ketertiban dan disiplin yang tinggi.

11. Equity (Keadilan)

Prinsip keadilan menurut Henry Fayol dianggap sebagai sesuatu yang bisa menimbulkan ketaatan dan kesetiaan para karyawan dengan sistem mengkoordinasikan keadilan dan kebaikan para manajer dalam memimpin para bawahan dan memicu tumbuhnya rasa patuh terhadap kekuasaan dari atasan.

12. Stability of Tenur of Personel (Stabilitas Masa jabatan dalam Kepegawaian)

Perputaran karyawan yang tinggi bisa menyebabkan ongkos yang tinggi dalam pengerjaan produksi, karenanya dari itu prinsip ini dikerjakan. Karyawan akan berprofesi dengan lebih bagus bila memperoleh stimulus keamanan pekerjaan dan jenjang karir yang pasti. Butuh waktu untuk seorang karyawan supaya bisa menyesuaikan diri dari jabatan atau fungsinya yang baru supaya bisa menunaikan tugas dengan bagus.

13. Inisiative (Prakarsa)

Prinsip ini mengucapkan bahwa seorang pimpinan (manajer) patut cerdas dalam memberikan keputusan. Inisiatif atau prakarsa ini terhimpun dari perasaan, pikiran, skill, kehendak dan pengalaman seseorang yang nantinya akan direalisasikan.

Diperhatikan prakarsa atau inisiatif yang datang patut patut dihargai setinggi tingginya bila inisiatif hal yang demikian bisa memberikan nilai manfaat yang luar umum bagi organisasi sehingga karyawan yang memberi inisiatif hal yang demikian dan juga manajemen akan mendapatkan kepuasan serta materi yang setimpal.

14. Espirit de Corps

Espirit de corps yaitu sebuah prinsip manajemen dimana tiap pegawai patut memiliki rasa kesatuan senasib sepenangungan yang bisa menghasilkan motivasi kerja sama yang lebih bagus. Tiap kesatuan ini bisa timbul bila tiap-tiap karyawan memiliki kesadaran bahwa tiap pekerja berarti bagi pekerja yang lain dan pekerja lain sangat dibutuhkan oleh dirinya. Pemimpin yang bagus akan bisa menimbulkan motivasi kesatuan ini.

Baca Juga: Pengertian Demokrasi Beserta Ciri-Cirinya

Tingkatan Manajemen

Di dalam ilmu manajemen terdapat pula jenjang-levelnya. Diperhatikan jenjang, bobot tugas yang diemban berbeda-beda. Level manajemen memiliki tanggung jawab dan tugas yang sama, yaitu mengerjakan perencanaan, pengorganisasian, nasihat serta pengontrolan. Biasanya, bila dipandang dari segi jenjang atau jenjang manajemen bisa dibagi menjadi tiga kelompok layak fungsi dan tugasnya, yaitu

Manajemen Puncak (Top Management)

Biasanya ini menduduki posisi paling atas di dalam sebuah manajemen perusahaan atau organisasi. Manager yang bertugas bertanggung jawab atas seluruh kegiatan perusahaan. Biasanya, posis ini dijabat oleh direktur, CEO, presdir, dewan direksi, dan sebagainya.

Tugas dari manajemen puncak :

Memiliki rencana, tujuan, serta kebijakan perusahaan atau organisasi

Bertanggungjawab atas seluruh bidang manajemen dibawahnya yang ada pada perusahaan

Lebih terhadap memikirkan rencana dan taktik untuk kedepannya. Dia itu, manajemen puncak tak jarang disebut dengan otaknya sebuah perusahaan

Memiliki rencana jangka panjang perusahaan

Manajemen puncak memiliki wewenang serta tanggung jawab yang maksimal. Manajemen puncak yaitu otoritas tertinggi pada sebuah organisasi, bertanggungjawab secara langsung terhadap pemilik perusahaan (Pemegang Saham), Pemerintah ataupun ke Masyarakat umum.

Manajemen puncak membutuhkan skill konseptual yang lebih dibandingi keterampilan secara teknis

Manajemen Tingkat Menengah (Middle of Management)

Manajemen tingkat menengah berada di tengah-tengah struktur perusahaan. Membantu bertanggung jawab terhadap manajemn puncak dan mengerjakan tugas yang diberi oleh manajemen puncak. Posisi ini biasanya, dijabat oleh kabag, kadiv, kepala departemen, manajer cabang, junior executive.

Manajemen tingkat menengah bisa mencakup sebagian jenjang, membawahi dan memberi arahan kegiatan kegiatan manajer dibawahnya. Manajemen pada tingkat ini memiliki tanggung jawab atas seluruh kegiatan yang dikerjakan oleh jenjang manajemen yang lebih rendah.

Tugas dan Peran dari Manajemen Tingkat Menengah :

Yakni instruksi, kebijakan, rencana yang telah diciptakan oleh manajemen puncak

  • Membutuhkan memberikan rekomendasi atau rekomendasi terhadap manajemen puncak
  • Berkomunikasi dengan manajemen puncak dan memberi tahu terhadap manajemen tingkat yang lebih rendah posisinya
  • Menyiapkan rencana jangka pendek, biasanya dibentuk hanya untuk 1 sampai 5 tahun
  • Tidak perantara antara manajemen puncak dengan manajemen yang levelnya lebih rendah
  • Bertanggung jawab langsung terhadap direktur dan CEO perusahaan
  • Selain skill yang lebih manajerial serta teknis dan kurang membutuhkan keterampilan yang sifatnya konseptual

Manajemen Lini Pertama (First Line Management)

Manajemen lini pertama yaitu jenjang manajemen yang paling rendah di dalam suatu perusahaan atau organisasi. Manajemen ini bertugas untuk memimpin dan mengerjakan pengawasan terhadap seluruh karyawannya. Posisi ini biasanya dijabat oleh mandor dan pengawas, supervisor yang dipilih oleh manajemen tingkat menengah.

Nasehat jarang manajer yang menjabat turut terjun ke dalam lapangan. Membuat mengawasi dan memberikan arahan terhadap para pekerja ia juga terlibat dalam pengerjaan produksi serta bertanggung jawab atas rencana dan target yang telah ditentukan oleh atasan.

Tugas dan Peran Manajer Lini Pertama :

  • para karyawan dan pekerja Menanamkan nilai akhlak terhadap para karyawan
  • tahu keputusan yang diambil oleh manajemen terhadap para karyawan atau pekerja, kecuali itu manajemen tingkat pertama juga memberi informasi mengenai kinerja, hambatan atau kesulitan, perasaan, tuntutan ataupun hal lainnya dari para karyawan atau pekerja
  • Banyak menghabiskan waktu untuk mengendalikan dan memberi arahan pekerja
  • Memiliki rencana harian, mingguan serta bulanan. tidak membentuk rencana jangka panjang
  • Menjadi perantara antara para pekerja dengan manajemen tingkat menengah
  • Manajemen lini pertama ini juga membutuhkan keterampilan yang bersifat lebih teknikal dan kesanggupan dalam berkomunikasi.

Demikianlah beberapa penjelasan terkait dengan manajemen. Mulai dari pengertian manajemen, fungsi dari manajemen, jenis-jenisnya, unsur-unsur manajemen, tujuan dibentuknya manajemen, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Tinggalkan komentar