Pengalaman Masa Kecil Part 5 – Berlibur Ke Jakarta

Pengalaman liburan – Halo sahabat sekalian kali ini saya akan menceritakan pengalaman masa kecil part 5, sesuai judul pengalaman saya saat ini adalah berlibur ke Jakarta. Jakarta merupakan tempat yang menarik bagi yang belum pernah mengunjunginya karena disana cukup banyak tempat-tempat wisata yang menarik untuk anak-anak contohnya taman hiburan Ancol.

Jakarta (Dolan Dolen)

Rencana Liburan ke Jakarta

Awalnya  saya sedang libur dari pesantren, saya sangat ingin pergi berlibur bersama keluarga akan tetapi waktu libur pesantren saya berada di waktu bekerja orang pada umumnya. Sehingga Ayah dan Ibu saya tidak bisa ikut berlibur, begitu juga dengan saudara-saudara yang lain. Tetapi saat itu Ayah saya langsung mengajak saya pergi ke Jakarta, karena ia memiliki pekerjaan kantor yang kebetulan lokasinya bertempat di Jakarta.

Kota Jakarta di Malam Hari(Wonderful Indonesia)

Saya juga mengajak adik saya Fadli untuk ikut serta pergi ke Jakarta karena kebetulan ia juga libur. Kami bertiga berencana setelah sampai di Jakarta ingin Pergi ke Ancol. Kami mempersiapkan baju dan barang-barang yang dibutuhkan untuk berangkat ke jakarta rencananya kami akan berangkat besok siang harinya, rencananya kami pesan taksi ketika menuju ke Bandara Minangkabau.

Besoknya kami mulai mengepak barang dan siap berangkat, saya dan adik pamit kepada ibu juga saudara-saudara yang lain, akhirnya kami berangkat setelah taksi pesaanan kami tiba dan siap menuju Bandara Minangkabau. Di perjalanan ayah saya sempat bercerita tentang pengalamannya keluar Kota dan pekerjaannya sebagai anggota DPRD.

Setelah sampai di bandara Minangkabau kami membawa barang dan menuju mushola bandara karena saat itu sudah memasuki waktu ashar, setelah selesai sholat ayah saya membelikan kami roti Boy, roti Boy adalah roti kesukaan saya dengan cita rasa yang khas yaitu rasa kopi. Selesai makan kami siap berangkat karena pesawat yang kami naiki sudah siap untuk berangkat.

Pesawat Oleng!

Pesawat yang kami naiki yaitu  Lion Air, pertama kali masuk rasanya menyenangkan karena biasanya cuma bisa melihat pesawat terbang di atas kepala sejauh mata memandang sekarang akhirnya saya diberi kesempatan untuk bisa menaikinya. ruangannya bersih dan terlihat nyaman, saat itu kami duduk bertiga di bagian belakang.

Fitra Rahim – blogger

Ketika pesawat akan lepas landas terasa menyenangkan tetapi ketika akan melayang di udara mendadak kencang hal ini langsung membuat saya takut (hahaha) karena sebelumnya belum tahu akan begini, kecepatannya luar biasa saya kira hal ini akan terjadi kecelakaan atau sebagainya Ayah saya tertawa melihat reaksi tersebut ia memegang tangan saya dengan mengisyaratkan untuk tenang dan tak usah panik.

Akhirnya pesawat melayang di udara saya pun tenang, karena masih sore hari kami sempat melihat pemandangan yang indah di luar jendela hal ini membuat saya terpesona karena sebelumnya  belum pernah melayang di udara.

Saat malam hari ketika masih di perjalanan pesawat tiba-tiba cuaca mendung, terlihat awan menggumpal, biarpun di malam hari tetap awan itu bisa terlihat, saat itu kami di suruh memakai sabuk pengaman karena akan terjadi sedikit goncangan hal ini membuat saya panik kembali, ketika di dalam awan tersebut pesawat bergetar-getar dan berbunyi decitan suara seperti akan jatuh.

WallpaperSafar

Saya berdoa dalam hati agar diberi keamanan. Setelah lama perjalanan, cuaca buruk akhirnya dan pesawat sudah mendekati bandara Soekarno Hatta saya Senang dan merasa lega.

Sampai di Bandara Soekarno Hatta

Bandara Soekarno Hatta(www.sleeplessinkl.com)

Kami sampai di bandara Soekarno Hatta pukul 08:30 perjalanan di pesawat tadi membuat kami lelah karena hanya penuh dengan kecemasan dan ketakutan. Ayah saya kembali memesan taksi, rencananya kami akan bermalam di hotel. Taksi yang kami pesan sangat lama sehingga saya dan adik sempat tertidur di ruang tunggu bandara Soekarno Hatta. Setelah taksi pesanan tiba, kami langsung menuju ke hotel penginapan.

Di perjalanan Ayah saya bercerita banyak dengan supir taksi, saya kurang tahu apa yang mereka ceritakan tetapi setelah itu Ayah saya mengajak kami untuk keliling jakarta terlebih dahulu, kamipun menyetujuinya. Jakarta di malam hari sangatlah indah penuh dengan warna-warni, Kami sempat dibawa ke Monas, sangat tinggi dan kokoh tetapi saat itu malam hari sehingga keindahannya kurang terlihat.

Setelah berkeliling Jakarta akhirnya kami sampai di hotel, waktu menunjukkan pukul 02:00 malam, rasa lelah dan capek kami saat itu sudah hilang karena sebelumnya keseringan tidur, jadi saat itu saya hanya menonton televisi begitu juga adek saya, Ayah saya sibuk mengontak temannya. Setelah lama menonton televisi akhirnya kami tertidur pada pukul 03:30.

The Media Hotel & Towers

Besok paginya kami pergi ke sebuah restoran untuk sarapan pagi, rencana kami hari ini ingin pergi ke Ancol tetapi terlebih dahulu kami pergi ke Depok karena Ayah saya harus menyelesaikan acara kantornya terlebih dahulu.

Menuju Depok

Setelah sarapan kami bertiga mencari ojek untuk pergi ke stasiun kereta menuju Depok, karena pada dasarnya kami pergi ke Jakarta bukan untuk liburan tetapi karena kebetulan Ayah saya ada acara kantor di Jakarta. Setelah kami Bertemu Ojek kami berangkat menuju stasiun kereta munuju Depok.

Kota Depok(sektor azalea – WordPress.com)

Di perjalanan menuju stasiun saya sempat kaget karena sempat melihat seseorang dipinggir jalan menggunakan topeng sambil menghisap sekaleng lem (astagfirullah..). saya sempat berpikir “Apakah melakukan hal seperti itu tidak di tangkap polisi?” namun saya hanya diam dan perjalanan terus berlanjut.

Sampai di stasiun  kami memesan tiket dan menaiki kereta, di jakarta kereta sangat padat sehingga berdesakan-desakan, untungnya kami sempat mendapatkan tempat duduk sehingga tidak berdesak-desakan dengan orang yang berdiri. Setelah sampai di Depok kami kembali mencari ojek untuk menuju ke tempat acara kantor Ayah.

Sampai di sana yang saya lihat cuma ada sebuah masjid mungkin itu hanya bagian depannya, Ayah menyuruh kami untuk tetap di masjid selama ia acara. Kami menunggunya dengan bosan memang di sana banyak anak-anak untuk di ajak bermain tapi, kami tipe anak yang tertutup (hahaha).

Akhirnya acara Ayah selesai, kami kembali naik ojek untuk menuju stasiun kereta menuju Jakarta karena agenda selanjutnya menuju taman hiburan Ancol, saya dan adik sudah tidak sabar sampai di Ancol. Setelah sampai di stasiun kami langsung memesan tiket menuju Jakarta.

Menuju Ancol

Tiba di Jakarta kami langsung pesan taksi dan menuju taman hiburan Ancol, di perjalanan sedikit macet jadi agak terlambat sampainya, sempat terlihat tugu Monas dari kejauhan rencananya mau ke Monas terlebih dahulu baru ke Ancol tetapi karena sudah jam 2 siang rencana tersebut kami urungkan.

Akhirnya! kami tiba di Ancol setelah melalui perjalanan yang cukup lama, kami langsung memasuki pintu gerbang Ancol, disana ada tempat pemesanan tiket, Ayah saya memesan tiket masuk untuk 3 orang. Setelah memesan tiket kami memasuki taman bermain Ancol. Wow, banyak sekali permainan di sini mulai dari yang jenisnya untuk bersantai-santai sampai yang menantang.

Ancol(TahuBerita.com)

Permainan yang terlihat pertama oleh kami yaitu rumah terbalik, ketika masuk semuanyanya terlihat aneh, kami tidak bisa berdiri dengan seimbang, karena lantainya dalam posisi miring semuanya terlihat abstrak bahkan ada sebuah kursi yang menggantung di bagian atas ruangan tersebut. Setelah itu kami mengunjungi film 3 dimensi, komedi putar, rumah hantu, roller coaster, perahu terbang, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan.