Metode Pembelajaran

METODE PEMBELAJARAN – Dalam suatu pembelajaran, pastinya terdapat suatu sistem pengajar/pendidik dan peserta didik atau siswa. Dengan sistem tersebut, keduanya akan terjadi saling interaksi dalam melaksanakan aktivitas kegiatan. Sehingga dalam proses pembelajaran akan berjalan dengan baik dengan makna terpenuhi.

Pengertian Sistem pelajaran

Metode Belajar
emaze.com

dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud metode pelajaran ialah metode atau jalan yang dicapai oleh guru untuk menyajikan materi pelajaran sehingga tujuan pelajaran dapat dicapai. Bisa pula diambil ringkasan bahwa metode pelajaran ialah taktik pelajaran yang diaplikasikan oleh guru sebagai media untuk menempuh tujuan pelajaran yang telah ditetapkan.

Berbagai hal yang akan mendorong gaya belajar siswa. Salah satunya adalah dengan mengetahui bagaimana gaya belajar siswa selam ini. Namun, setiap siswa didik berbeda, agar proses pembelajaran dapat berlangsung dan berjalan sesuai yang ditargetkan oleh sang pengajar, maka perlu untuk mengetahui dan memahami metode-metode pembelajaran yang efektif dalam proses kegiatan belajar.

Dan yang harus digaris bawahi, sang guru harus benar-benar berkarya dan kreatif dalam menvariasikan metode-metode pembelajaran yang ada. Dengan tujuan para siswa yang berbeda dalam gaya belajar, dapat memahaminya dengan baik dan mudah. Nah, untuk para guru dapat menggunakan metode-metode pemelajaran berikut.

Macam-variasi Sistem Pelajaran

Sistem pelajaran demonstrasi ialah metode yang tepat sasaran, sebab membantu siswa dalam mencari tahu jawaban lewat usaha sendiri berdasarkan data dan fakta yang ada. Model pelajaran dengan demonstrasi ialah penyajian pelajaran lewat peragaan dan menampakkan terhadap siswa mengenai suatu hal, pelaksanaan, atau benda tertentu, bagus benda yang hakekatnya maupun cuma sekadar benda tiruan.

Padahal demikian, dalam metode penyajiannya guru juga memberikan penjelasan lewat lisan. Padahal siswa cuma melihat dikala pelaksanaan demonstrasi, melainkan demonstrasi dapat juga menyajikan materi pelajaran lebih konkret. Sistem demonstrasi dapat diaplikasikan dalam mendorong keberhasilan metode pelajaran lainnya seperti inkuiri dan ekspositori.

1. Metode Ceramah

Metode Ceramah
rickfreyconsulting.com

Metode ceramah merupakan metode yang sangat umum digunakan oleh para guru di belahan dunia ini. Metode ceramah adalah suatu bentuk penyampaian yang dilakukan oleh guru secara lisan kepada para siswa yang berada di majelis tersebut.

Metode ini banyak sekali digunakan karena merupakan metode yang sangat ekonomis dan efektif untuk pemahaman para siswa. Memang terkadang pembelajaran dengan metode ceramah membosankan, untuk itu, sang guru harus punya kreatifitas dalam penyampaian materi agar para siswa tidak bosan.

Keunggulan Metode Ceramah :

  • Dengan metode ceramah guru lebih mudah untuk memahami dan menguasai kondisi di kelas.
  • Lebih memudahkan guru dalam menerangkan materi yang yang berkuantitas banyak.
  • Dengan metode ceramah bisa diikuti oleh para siswa dalam jumlah yang banyak.
  • Lebih mudah dan praktis dalam pelaksanaannya.

Kekurangan Metode Ceramah :

  • Para siswa lebih dipaksa untuk memahami apa yang disampaikan.
  • Para siswa lebih jadi pasif.
  • Akan lebih membosankan jika metode ini digunakan dengan waktu yang lama.
  • Sulit dalam mengetahui sejauh mana perkembangan belajar yang terdapat dari para siswa.

2. Metode Diskusi

Metode Diskusi
smapmuhammadiyah.blogspot.co.id

Metode diskusi juga salah satu metode yang digunakan oleh sang pengajar supaya para siswa fokus dan lebih berfikir keras saat proses pembelajaran. Metode diskusi sendiri adalah suatu cara pembelajaran yang terdapat interaksi erat antara murid dengan guru ataupun murid dengan murid.

Metode ini sangat tepat digunakan dalam suatu pembelajaran untuk siswa menengah ke atas (SMA) ataupun siswa yang berada pada tahap akhir belajar. Tujuan digunakannya metode diskusi dalam suatu pembelajar antara lain adalah;

  • Para siswa akan lebih terdorong untuk berfikir kritis dan cemas.
  • Para siswa akan lebih ditekan untuk melontarkan pendapat dan pernyataan secara bebas.
  • Para siswa harus memberikan ide yang ternbaik dalam menyelsaikan masalah atau soal yang diberikan
  • Para siswa akan lebih menerima keputusan jawaban berdasarkan pertimbangan bersama.

Keunggulan Metode Diskusi :

  • Para siswa akan lebih mengetahui dan faham bahwa semua masalah dan persoalan mampu diatasi dengan berbagai macam cara.
  • Para siswa akan tahu dan sadar bahwa keputusan dan pertimbangan bersama adalah suatu hasil yang terbaik untuk mereka.
  • Para siswa akan lebih terlatih dan lebih menerima pendapat yang diutarakan oleh orang lain.
  • Para siswa akan terbiasa untuk bersikap toleransi dan sportif.

Kekurangan Metode Diskusi :

  • Hanya mampu dikuasai oleh siswa yang suka dan banyak bicara.
  • Metode ini tak cocok untuk siswa dalam jumlah yang besar.
  • Informasi terbatas yang dapat diterima oleh para siswa.
  • Dibutuhkan pendekatan yang lebih formal.

3. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah metode pembelajaran dengan cara peragaan serta mengisyaratkan terhadap sesuatu hal, benda, proses dan semacamnya. Metode ini sangat efektif untuk diterapkan, karena akan membantu siswa untuk berusaha berfikir untuk mencari tahu jawaban berdasarkan soal yang nyata dan fakta.

Manfaat dari Metode Demonstrasi :

  • Para siswa didik akan lebih fokus dengan pelajaran
  • Materi pelajaran akan terfokuskan pada materi yang sedang dipelajari.
  • Hal tersebut akan lebih melekat dan terkesan sebagai hasil pembelajaran pada diri siswa.

Keunggulan Metode Demonstrasi :

  • Lebih mudah dalam berbagai macam penjelasan.
  • Para siswa akan lebih terbantu untuk memahami bagaimana proses atau bentuk dari suatu benda.
  • Kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah bisa diperbaiki melalui pengamatan dan contoh nyata dengan menghadirkan objek sebenarnya.
  • Jika terjadi kesalahan dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan serta contoh nyata dengan menghadirkan objek sebenarnya.

Kekurangan Metode Demonstrasi :

  • Tidak seluruh materi yang disampaikan bisa dipahami oleh para siswa.
  • Tidak semua benda dapat didemonstrasikan dengan jelas dan mudah.
  • Terkadang para siswa tidak bisa tergambarkan dengan peragaan sang guru.

Sistem Pelajaran Simposium

Sistem pelajaran simposium ialah metode mengajar dengan membahas suatu materi pelajaran atau persoalan yang kemudian diamati dari berjenis-jenis sudut pemikiran berdasarkan keahlian. Sistem simposium ini diaplikasikan dengan tujuan menstimulasi siswa ajar untuk berwawasan luas

Saat pemateri selesai mengutarakan argumennya perihal materi atau maslah yang sedang dibahas, simposium lalu diakhiri dengan membacakan ringkasan yang dilakukan oleh regu perumus yang telah ditetapkan sebelumnya.

Diskusi Panel

Sistem pelajaran pembicaraan panel ialah suatu pembahasan persoalan yang dilakukan oleh sebagian siswa yang bertingkah sebagai panelis, biasanya terdiri atas 4 – 5 orang di hadapan audiens. Berbeda dengan contoh pembicaraan lainnya, pada pembicaraan panel, audiens tidak terlibat dengan langsung, melainkan betugas meninjau panelis-panelis yang sedang melaksanakan pembicaraan.

Oleh sebab itu, supaya pembicaraan panel berjalan tepat sasaran sebaiknya digabungkan dengan metode pembelajran lain, semisal dengan metode penugasan. Siswa diberikan tugas merumuskan hasil yang telah dibahas pada pembicaraan.

Sistem Simulasi

Sebagai metode pelajaran, simulasi dapat diistilahkan sebagai metode menyajikan pengalaman belajar lewat pemakaian suasana dalam format tiruan atau bukan sungguhan dengan tujuan memberi pemahaman mengenai teori, prinsip, atau keahlian tertentu. Simulasi dapat diaplikasikan sebagai metode dalam mengajar melainkan dengan asumsi bahwa tidak semua pelaksanaan pelajaran dapat dilakukan secara langsung di obyek yang sungguhan. Gladi resik ialah salah satu contoh format simulasi.

Sistem simulasi mempunyai tujuan, di antaranya ialah; melatih suatu keterampilan bagus yang difatnya profesional maupun untuk kegiatan sehari-hari, menerima pemahaman mengenai sebuah teori maupun prinsip, melatih mencari solusi, belajar aktif lebih ditingkatkan, siswa diberikan motivasi untuk belajar, siswa dilatih menghadapi suatu persoalan secara bersama-sama dalam suatu kelompok, kreatif siswa ditumbuhkan, dan untuk memberi nanamkan dikap toleransi terhadap sesama sahabat.

Sistem Tugas dan Resitasi

Sistem pelajaran dengan resitasi atau tugas biasanya diaplikasikan bertujuan supaya siswa lebih mantap pada hasil belajar, disebabkan siswa melaksanakan latihan-latihan, sering kali diberikan tugas, sehingga siswa mempunyai pengalaman, dapat lebih terintegrasi dikala mempelajari sesuatu. Situasi itu dapat dicapai sebab siswa mendalami pengalaman atau persoalan yang berbeda, dikala diberikan tugas dan persoalan yang baru.

Siswa diberikan tugas yang banyak dan intens diinginkan dapat memberika kesadaran terhadap siswa untuk selalu menggunakan waktunya yang luang untuk hal-hal berkhasiat dan mendorong pengajarannya, dengan diisi berjenis-jenis kegiatan yang konstruktif dan berkhasiat.

Terhadap guru harapannya ialah sekiranya akan menggunakan metode ini dalam mengajar supaya target yang diinginkan di atas dapat tercapai, oelh sebab itu betul-betul penting menjadi perhatian apakah tujuan yang hendak dicapai dengan pemberian tugas tersebut cukup terang? Siswa cukup memahaminya? Sehingga siswa dalam menjalankannya dibarengi dengan rasa penuh tanggung jawab. Demikian malah tugas yang guru berikan, bagi sisiwa cukup terang, sehingga para peserta ajar tidak lagi bertanya-tanya hal apa yang mesti dilakukan, serta yang menjadi tugasnya mereka kenal.

Sistem Tanya Jawab

Sistem tanya jawab ialah metode penyajian pelajaran dalam format pertanyaan yang mesti dijawab, terutamanya dari guru terhadap sisiwa, melainkan dapat pula dari sisiwa terhadap guru. Sistem ini sejajar dengan anggapan Sadirman (1987: 120) yang mengistilahkan bahwa metode tanya jawab ialah metode penyajian pelajaran dalam format pertanyaan yang mesti dijawab, terutamanya dari guru terhadap murid, tatapi dapat pula dari siswa terhadap guru.

Lebih lanjut dibeberkan pula oleh Sudirman (1987: 119) mengucapkan bahwa metode tanya jawab ini dapat dibuat sebagai penyokong dan membuka jalan pikiran bagi siswa untuk mengadakan penyelidikan lebih lanjut (dalam rangka belajar) terhadap berjenis-jenis sumber belajar sepert buku, majalah, surat informasi, kamus, ensiklopedia, laboratorium, alam, masyarakat, video dna lain sebagainya.

Sistem Kerja Kelompok

Sistem ini dilakuakan dengan metode membagi kelas menjadi sebagian kelompok, kemudian siswa diberikan tugas untuk menempuh tujauan pelajaran. Sistem keraj kelompok ini diaplikasikan untuk mengatasi kekurangan alat-alat pelajaran, mengatasi kesulitan sebab adanya perbedaan kesanggupan belajar siswa, mengatasi kesulitan sebab adanya perbedaan atensi siswa sehingga kelompok dibentuk atas dasar persamaan atensi dan membagi profesi siswa supaya lebih efisien.

Sistem Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Sistem pemecahan persoalan ialah metode yang menstimulasi siswa untuk berfikir dan menggunakan wawasannya tanpa melihat kualitas anggapan yang dikenalkan oleh siswa. Sistem ini dapat dipergunakan pada tiap-tiap tingkat pengetahuan dari yang simpel hingga pada tingkat yang paling kompleks.

Guru disarankan tidak berorientasi pada metode tersebut, akan melainkan guru cuma melihat jalan fikiran yang dikenalkan oleh siswa, anggapan siswa, serta memotivasi siswa untuk mengeluarkan anggapan mereka, dan sekali-kali guru tidak boleh tidak menghargai anggapan siswa, sekalipun anggapan siswa tersebut salah berdasarkan guru.

Sistem Sistem Regu Tim (Team Teaching)

Sistem metode regu pada dasarnya ialah teknik mengajar yang dilakukan oleh dua orang guru maupun lebih, mereka berprofesi sama dalam memberikan pelajaran terhadap selompok buah hati ajar, jadi suasana kelas menjadi lebih hidup sebab sebagian guru.

Sistem regu banyak macamnya, sebab untuk satu regu tidak selalu guru secara formal saja, melainkan dapat melibatkan orang luar yang dianggap perlu cocok dengan keahlian yang dibutuhkan.

Sistem hal yang penting menjadi perhatian pada pelaksanaan metode metode regu (Team Teaching), ialah.

Program pelajaran mesti dibentuk oleh regu tersebut, hal ini ditujukan supaya tujuan yang hendak dicapai benar-benar terarah dan terang berdasarkan tugas masing-masing guru pada team tersebut.
Topik pembahasan dibagi oleh tiap-tiap guru dalam penyampaiannya, hal ini ditujukan supaya penyampaian materi pelajaran yang dikenalkan lebih terarah.
Hindari terjadinya jam bebas (kosong) sebab ketidak hadiran salah seorang anggota team.

Sistem Latihan (Drill)

Sistem Drill ialah metode mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap siswa untuk mendapat suatu keterampilan. Latihan (drill) ini ialah kegiatan yang selalu diulang-ulang, seperti melatih keterampilan motorik lewat pemakaian alat-alat musik, olahraga,kesenian,lewat kegiatan menghafal, melatih kesanggupan mental, mengali dna menjumlah.

Sistem ini cocok diaplikasikan dalam pelajaran matematika, semisal bagaimana siswa dapat melaksanakan perhitungan soal matematika. Dalam pelajaran olehraga, semisal untuk dapat menendang bola dengan bagus karenanya mesti melaksanakan sebagian kali tendangan. Mata pelajaran lain yang cocok ialah pelajaran kesenian, bagus metode menarikan, olah vokal, maupun memainkan alat musik. Mata pelajaran yang dapat menggunakan metode ini ialah IPS dan Bahasa.

Sistem Karyawisata (Field Trip)

Dalam metode ini, guru mengajak siswa ke obyek tertentu untuk mempelajari sesuatu. Ini berbeda dengan darmawisata yang tujuannya ialah rekreasi. Sistem karyawisatan berkhasiat bagi siswa dalam memehami kehidupan riil beserta semua masalahnya.

Karyawisata tidak selamanya membutuhkan tarif yang mahal. Pelajaran, melaksanakan karyawisata ke pasar yang ada di sekitar sekolah, siswa dapat melaksanakan pengamatan kegiatan jual beli dalam pelajaran ekonomi. Para siswa dapat mewawancarai penjual atau pembeli, mereka dapat mendapat pengalaman yang terkait dengan pelajaran ekonomi secara langsung di pasar.

Untuk pelajaran sejarah, siswa dapat diajak ke museum untuk melihat benda-benda bersejarah yang dipelajari dalam pelajaran sejarah. Masih banyak palajaran lain yang dapat diajari dengan kenggunakan metode karyawisara, seperti pelajaran agama, IPS, dan geografi.

Taktik Pelajaran Ekspositori

Taktik pelajaran ekspositori ialah taktik pelajaran yang menekankan terhadap pelaksanaan penyampaian materi secara lisan dari seorang guru terhadap sekelompok siswa dengan maksud supaya siswa dapat menguasai materi pelajaran secara optimal. Dengan taktik ini, materi pelajaran dikenalkan secara langsung dan siswa tidak dituntut untuk menemukan materi terssebut.

Taktik pelajaran ekspositori ialah format pelajaran yang menempatkan guru sebagai peran yang lebih aktif bagus pada tahap perencanaan maupun pada pelaksanaan pelaksanaan. Dan sebaliknya, siswa berperan lebih pasif tanpa banyak melaksanakan pengolahan meteri pelajaran sebab telah menerima materi yang telah jadi gutu

Taktik Pelajaran Inkuiri

Taktik pelajaran Inkuiri menekankan terhadap pelaksanaan mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam taktik ini ialah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, padahal guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar.

Sistem pelajaran inkuiri ialah kegiatan pelajaran yang lebih menekankan pada pelaksanaan berpikir kritis dan analitis untuk memikirkan, mencari dan menerima sendiri jawaban dari berjenis-jenis persoalan yang diberikan. Pelajaran berpikir itu sendiri biasanya dilakukan lewat kegiatan tanya jawab di antara guru dan siswa. Teknik pelajaran inkuri ini juga sering kali disebut taktik heuristic, kata yang berasal dari bahasa Yunani, ialah heuriskein yang berarti saya menemukan.

Taktik Pelajaran Inkuiri Sosial

Sistem pelajaran yang dapat meningkatkan kesanggupan berpikir ialah metode inkuiri sosial, melatih kesanggupan berpikir secara kritis (critical thinking). Bruce Joyce beranggapan bahwa inkuiri sosial ialah teknik pelajaran dari kelompok sosial (social family) subkelompok konsep masyarakat (concept of society).

Subkelompok ini didasarkan pada asumsi bahwa metode pendidikan bertujuan untuk mengembangkan anggota masyarakat ideal yang dapat hidup dan dapat mempertinggi kualitas kehidupan masyarakat. Sistem itulah siswa mesti diberikan pengalaman yang memadai bagaimana caranya mengatasi persoalan-persoalan yang timbul di masyarakat. Pelajaran pengalaman seperti ini tiap-tiap peserta ajar akan dapat mengembangkan wawasan dan pengetahuan yang berkhasiat terhadap masyarakat maupun dirinya sendiri.

Inkuiri sosial dapat dianggap sebagai suatu teknik pelajaran yang berfokus pada terhadap pengalaman siswa.

Sistem Pelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)

Sistem Pelajaran Kontekstual ini diaplikasikan untuk menghidari mahasiswa bosan dengan materi-materi yang kaku dan membosankan. dan kadang tuntutan mata pelajaran tidak sebanding dengan kesanggupan seorang siswa. Dengan kata lain metode ini dapat menghindari kecemasan siswa terhadap mata pelajaran tertentu.

itu juga untuk mengasah dan melatih kesanggupan peserta ajar dalam menganalisa materi pelajaran yang diberikan. Padahal pada penggunaannya taktik pelajaran kontekstual dibutuhkan daya rasional peserta ajar untuk menganalisi konteks-konteks persoalan baru yang sedang diberikan terhadap mereka.

Demikianlah Penjelasan dan Keterangan panjang lebar mengenai metode pembelajaran yang baik dan benar. Mulai dari pengertiannya / contohnya / ciri-cirinya / jenis / penjelasan secara lengkap mengenai metode belajar, semoga dapat menjadi manfaat bagi yang membacanya.

Tinggalkan komentar